Keberhasilan Budidaya Bawang Merah di Padang Bawa Angin Segar

Febry Chaniago
By Febry Chaniago December 7, 2017 17:11

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah di demplot bawang merah. (der)

PADANG – Ketua Tim Teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang Edi Dharma menyatakan, keberhasilan budidaya bawang merah pada lahan dataran rendah di Kecamatan Koto Tangah membawa angin segar bagi gerak perekonomian Kota Padang. Budidaya bawang merah tersebut merupakan salah satu upaya efektif untuk menekan laju inflasi yang sering dipicu oleh komoditi tersebut.

“Keberhasilan budidaya komoditi bawang merah pada lahan pertanian dataran rendah membawa angin segar kepada gerak ekonomi di Kota Padang karena efektif menekan laju inflasi,” katanya, Kamis (7/12).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemko Padang bersama masyarakat petani di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto Kecamatan Koto Tangah berhasil mengembangkan komoditi bawang merah pada lahan persawahan. Hasil panen demplot tersebut sangat memuaskan dengan kualitas bawang merah yang cukup bagus.

Dia menyebutkan, selama ini kebutuhan bawang merah di Kota Padang masih dipenuhi dari daerah lain, sehingga bila pasokannya tersendat tidak pelak mempengaruhi inflasi. Budidaya bawang merah tersebut merupakan inovasi TPID Kota Padang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Balai Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Sukarami serta melibatkan Kelompok Tani Holtikultura Sukses Mandiri sebagai penggarap.

Lahan budidaya merupakan lahan masyarakat yang selama ini menjadi lahan tidur seluas 2 hektar. Panen perdana bawang merah pada demplot produksi itu telah dilakukan kemarin disaksikan langsung oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Emma Yohana serta Kepala Bulog Divre Sumatera Barat Suharto Djabar.

Menurut Edi Dharma, inovasi pengembangan demplot teknologi produksi bawang merah dataran rendah yang dilakukan itu membawa angin segar untuk pertanian perkotaan sehingga kebutuhan bawang merah Kota Padang yang mencapai 3.800 ton lebih pertahun dapat dipenuhi sendiri sebagiannya. Setidaknya, upaya ini dapat merangsang masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong atau yang selama ini ditelantarkan.

“Upaya yang dilakukan ini, selain memenuhi kebutuhan bawang merah untuk Kota Padang juga merangsang masyarakat memanfaatkan lahan tidur,” sebutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, semula banyak yang menyangsikan bawang merah dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah Kota Padang, terlebih belakangan cuaca juga tidak menentu. Namun, kenyataannya pemilihan varietas tertentu dan dengan perlakuan khusus, bawang merah yang ditanam Keltan Sukses Mandiri dibawah pembinaan TPID dan unsur pertanian terkait, berhasil memproduksi bawang merah dengan kualitas yang baik.

“Masa panen pun lebih pendek karena hanya membutuhkan waktu 55 hari sejak ditanam dengan kualitas yang sangat bagus. Biasanya, panen bawang merah bisa dilakukan dalam waktu 3 bulan atau 90 hari,” ujarnya.

Keberhasilan mengembangkan demplot banyak mendapat atensi meskipun belum panen perdana. Baru-baru ini, rombongan Direktur Jendral Holtikultura Kementerian Pertanian sudah berkunjung ke sini. Sepekan sebelumnya juga mendapat kunjungan rombongan Komisi XI DPR RI bersama BI Perwakilan Sumatera Barat.

Semua pihak mengagumi inovasi Pemko Padang dalam pengembangan tanaman bawang merah di dataran rendah. Bukan itu saja, keberadaan demplot produksi bawang merah ini akan memberikan dampak posiitif terhadap pemenuhan kebutuhan bawang merah di Kota Padang dan gilirannya sedikit banyak menekan inflasi.

Selain itu, Pemko Padang berharap dengan digerakkannya Keltan Sukses Mandiri yang diketuai Irwandi, SE untuk produksi bawang merah pada lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan akan merangsang masyarakat lainnya untuk mulai memanfaatkan lahan tidur yang menurut data ada seluas 250 hektar di Kota Padang. (der)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago December 7, 2017 17:11
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...