Kebakaran Hebat di Apartemen London, Umat Muslim Dipuji Sebagai Pahlawan

Melda
By Melda Juni 15, 2017 08:15

Related Articles

Kebakaran di sebuah apartemen di London. (foto: LNP)

Kebakaran di apartemen Grenfell Tower di London. (foto: LNP)

LONDON – Kebakaran hebat melanda sebuah apartemen bernama Grenfell Tower di kawasan utara Kensington, London, Inggris, Rabu (14/6) waktu setempat. Sedikitnya 12 orang tewas dan 18 lainnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka.

Kebakaran diperkirakan akan lebih memakan banyak korban jika tidak segera diketahui oleh umat muslim di apartemen itu yang masih terbangun usai berbuka puasa ramadhan. Karena, alarm kebakaran dan penyiram diketahui tidak berfungsi.

Dilansir dari dailymail.co.uk, Kamis (15/6), orang-orang Muslim yang masih terjaga beberapa jam setelah bertahan usai berbuka puasa Ramadhan dipuji sebagai pahlawan setelah membantu menyelamatkan nyawa tetangga. Umat muslim masih bangun itu mencium bau asap sekitar pukul 1 dini hari. Sahur di sana sekitar pukul 2.40 pagi. Mereka kemudian dengan panik mulai menggedor pintu tetanggan untuk membangunkan.

Khalid Suleman Ahmed, 20, yang tinggal di lantai delapan Grenfell Tower mengatakan bahwa ia sengaja tidak tidur dan bangun menunggu sahur. “Tidak ada alarm kebakaran yang meledak dan tidak ada peringatan. Saya sedang bermain PlayStation menunggu makan sahur lalu mencium asap,” katanya.

Muslim yang tinggal di apartemen terbakar di London. (foto: gettyimages)

Muslim yang tinggal di apartemen terbakar di London. (foto: gettyimages)

Khalid kemudian bangkit dan melihat ke luar jendela dan melihat lantai tujuh sudah berasap. Ia kemudian membangunkan bibinya dan mulai mengetuk pintu tetangga. Ia juga mengaku banyak tetangganya yang tertidur lelap saat kejadian.

Rashida, seorang penduduk setempat mengatakan kebanyakan Muslim biasanya tidak akan tidur sampai sampai jam 2 pagi. Apalagi di sepuluh malam terakhir mereka banyak melakukan ibadah dan berdoa.

Nadia Yousuf, 29, juga mengatakan bahwa penduduk Muslim termasuk orang pertama yang memperingatkan tetangganya terhadap api saat mereka bangun untuk bersiap untuk berbuka puasa.

Pasca kebakaran, Masjid Al-Manaar yang berada tak jauh dari lokasi dibuka bagi muslim maupun non muslim sebagai tempat penampungan sementara bagi siapapun yang terkena dampak kebakaran di Grenfell Tower. Mereka dipersilakan untuk beristirahat, tidur, serta diberi makan dan minum. Hal yang sama dilakukan Gereja St Clement dan St James serta kuil Sikh di dekatnya

Seorang wanita di dekat tempat kejadian mengatakan kepada wartawan, jika bukan karena semua anak laki-laki muslim di sekitar situ yang membantu, pasti lebih banyak korban meninggal.

Andre Barroso, 33, kepada The Independent juga mengatakan, Muslim memainkan peran besar dalam mengajak banyak orang keluar. “Sebagian besar orang yang bisa saya lihat adalah Muslim. Mereka juga menyediakan makanan dan pakaian,” ujarnya. (rin/*)

Melda
By Melda Juni 15, 2017 08:15
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tuliskan komentar anda tentang ini

Loading...