Kabut Asap di Padangpanjang Makin Mengkhawatirkan

Melda
By Melda September 2, 2015 17:09

Related Articles

Padangpanjang

Kabut asap. (foto: dok.isril)

PADANGPANJANG – Kabut asap di Kota Padangpanjang beberapa hari terakhir ini semakin terasa menyengat dan sudah mulai mengganggu. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang tidak peduli dengan gangguan asap yang bisa mengganggu saluran pernafasan, apalagi saat beraktifitas di luar rumah.

Dari data Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang Bukittinggi, pada pukul 07.45 WIB, Rabu (2/9) pagi tadi mencatat, estimasi hasil pengukuran konsentrasi PM10 (Particulate Matter) atau partikel debu mencapai 329ug/m3 dengan kategori Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tidak sehat.

Hal ini dipengaruhi oleh tingginya kelembaban udara (embun pagi) sehingga belum sepenuhnya menggambarkan kondisi partikel debu. Sementara itu, monitoring PM10 pada pukul 10.00 WIB, estimasi pengukuran konsentrasi menurun menjadi 135ug/m3 dengan kategori ISPU sedang dan pada sore ini pukul 15.00 WIB PM10 GAW Kototabang Bukittinggi mencatat estimasi pengukuran konsentrasi 136ug/m3.

Titen, seorang warga masyarakat pada padangmedia.com siang ini mengatakan, bau kabut asap sudah sangat menyengat apalagi saat pagi hari. Karena itu, ia memutuskan untuk tidak memperbanyak aktifitas di luar rumah.

“Saat membuka jendela rumah pagi hari, bau kabut asap sudah mulai menyengat. Saya khawatir akan mengganggu pernafasan. Karena itu, kalau bisa kita lebih banyak bertahan di rumah, kecuali kalau ada hal-hal yang sangat penting dan itupun harus menggunakan masker,” jelas ibu muda ini kepada padangmedia.com.

Walaupun beberapa orang memberikan ungkapan yang sama, pantauan padangmedia.com sepekan belakangan masih sangat jarang masyarakat yang melindungi dirinya dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, baik itu pengemudi kendaraan bermotor ataupun pejalan kaki. (isril)

Melda
By Melda September 2, 2015 17:09
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...