Jum’at Keliling di Masjid Muhammadan, Walikota Padang Tampung Aspirasi Masyarakat

Melda
By Melda September 29, 2017 17:04
Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah melakukan jumat keliling di Masjid Muhammadan Padang Selatan. (der)

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah melakukan jumat keliling di Masjid Muhammadan Padang Selatan. (der)

PADANG – Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah menampung aspirasi masyarakat secara dekat melalui kegiatan Jumat keliling (Jumling) di Masjid Muhammadan Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan, Jumat (29/9).

Dalam kunjungan Jum’at Keliling itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah didampingi jajaran OPD di unit kerjanya. Sebelum dialog bersama warga, Walikota terlebih dahulu memberikan ceramah Jum’at sekaligus menjadi imam dalam shalat Jum’at di Masjid Muhammadan Pasa Batipuh.

Dalam penyampaian ceramahnya, Mahyeldi mengajak seluruh elemen masyarakat, baik orang tua, pemerintah aparat keamanan, tokoh masyarakat, niniak mamak, dan Bundo Kanduang agar bisa menghadirkan generasi yang kuat dan berkualitas. “Wajib hukumnya bagi kita menghadirkan generasi yang kuat dan berkualitas. Hal ini sesuai perintah Allah dalam Al-qur’an,” sebutnya.

Wako juga mengingatkan agar jangan menjadi bulan-bulanan bangsa lain. Perlu pembinaan pada generasi muda kita karena ke depan, para generasi muda itu bisa menjadikan bangsa ini disegani bangsa – bangsa lain bisa bicara yang lantang demi kedaulatan bangsa ini. “Seperti kata Bung Karno, ‘Berikan satu orang pemuda padaku, maka akan ku goncang dunia ini,” katanya.

Wako juga menekankan bahwa tak boleh ada komunis di Indonesia karena mereka adalah orang yang tak punya Tuhan. Sementara, Indonesia adalah bangsa yang ber ketuhanan sesuai Sila Pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Usai shalat Jum’at, Walikota bersama OPD melaksanakan dialog dalam menampung berbagai aspirasi yang ditujukan masyarakat setempat. Dalam dialog dengan masyarakat setempat, didapati usulan antara lain masalah bangunan HBT yang ada di atas drainase di Pasar Tanah Kongsi Kelurahan Kampung Pondok yang sudah ada dua kali ditegur dari lurah dan camat, namun belum ada disikapi oleh pihak HBT.

Pedagang Tanah Kongsi merasa dirugikan karena dengan adanya bangunan itu pedagang selalu dikenai banjir, karena aliran drainase menjadi terhambat. Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), masalah bangunan tua di kawasan Pasa Gadang, pengaspalan akses jalan di Kelurahan Pasar Gadang dan masalah drainase di kawasan Padang Selatan.

“Beberapa usulan yang disampaikan warga, akan jadi bagian untuk kita tanggapi ke depan. Insya Allah kita akan berusaha segera merealisasikannya. Masalah pengaspalan jalan berlobang  di Pasa Gadang Oktober akan kita realisasikan dan kita akan merancang Perda terkait Kota Tua,” sebut Mahyeldi sewaktu berdialog bersama warga. (baim)

Melda
By Melda September 29, 2017 17:04
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*