Jokowi Sebut Aksi 212 Bukan Demo, Tapi Doa Bersama

Melda
By Melda November 29, 2016 12:48

Related Articles

Presiden Jokowi usai menjadi Irup HUT Korpri, Selasa (29/11). (humas setkab)

Presiden Jokowi usai menjadi Irup HUT Korpri, Selasa (29/11). (humas setkab)

JAKARTA – Terkait rencana aksi sejumlah elemen masyarakat yang akan dilaksanakan, Jumat (2/12) mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa tidak ada demo. Yang ada adalah doa bersama.

“Tidak ada demo, siapa bilang ada demo, karena komitmennya adalah doa bersama. Doa bersama bukan demo, bukan demo ya. Tidak ada demo, baik sebelum maupun setelah Jumatan,” kata Presiden Jokowi usai menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), di Silang Monas Jakarta, Selasa (29/11) pagi.

Presiden Jokowi seperti dalam rilis Humas Setkab menyebut, tidak menunjuk komitmen dimaksud. Namun, sebagaimana diketahui Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah bertemu dengan pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), di gedung MUI, Jakarta, Senin (28/11) siang.

Baca juga  KI Sumbar Harap Keterbukaan Informasi Masuk RPJMD

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin, pimpinan GNPF MUI yang diwakili Habib Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir itu telah dihasilkan beberapa kesimpulan. Di antaranya:

  1. Aksi tetap digelar pada hari Jumat tanggal 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang super-damai, berupa aksi ibadah gelar sajadah, Salat Jumat.
  2. Aksi akan digelar zikir dan doa untuk keselamatan negeri serta tausiah atau ceramah agama para ulama di Lapangan Monas dan sekitarnya dari pukul 08.00 hingga waktu Salat Jumat atau 13.00 WIB.
  3. GNPF MUI sepakat bersama Polri, usai Salat Jumat para pimpinan GNPF akan menyapa umat Islam di sepanjang jalan sekaligus melepas mereka pulang dengan tertib.
  4. Akan dibentuk tim terpadu yang terdiri dari Polri dan GNPF untuk merumuskan teknis pelaksanaan aksi agar tak mengganggu ketertiban umum.
  5. Jika ada gerakan pada 2 Desember 2016 di luar kesepakatan, maka GNPF MUI tidak bertanggung jawab serta merupakan hak dan kewajiban Polri untuk mengambil langkah-langkah mengantisipasi dan mengatasinya. (rin/*)
Melda
By Melda November 29, 2016 12:48
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tuliskan komentar anda tentang ini