Ini Sederet Nama Sastrawan dan Penulis Terkenal yang akan Jadi Pembicara di UWRF 2017

Melda
By Melda July 18, 2017 07:29

uwrf

UBUD – Sederet nama sastrawan dan penulis terkenal akan menjadi pembicara dalam Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017 yang akan digelar di Ubud Bali pada 25 – 29 Oktober 2017. Tahun ini, festival sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara itu digelar untuk ke 14 kalinya.

Dari rilis yang dikirimkan panitia UWRF 2017 dan diterima padangmedia.com, 16 pembicara yang diluncurkan untuk pembicara tahap awal di antaranya, dari Indonesia: Leila S Chudori, Seno Gumira Ajidarman, Oka Rusmini (penulis feminis asal Bali), dan Ahmad Fuadi (penulis Novel Negeri 5 Menara).

Selain itu, para pelaku seni Indonesia seperti Papermoon Pupper Theater, sebuah grup teater boneka asal Yogyakarta, penari dan koreografer Eko Supriyanto, serta sutradara muda Indonesia Erick Est akan tampil bukan hanya mengisi Art Program UWRF, tapi juga berbagi inspirasi di panel-panel diskusi.

Sementara, deretan nama pembicara internasional yang diluncurkan pada tahap awal juga cukup bervariasi, meliputi penulis, pegiat,ilmuan dan produser TV. Mereka adalah Saroo Brierley, penulis memoar yang mengisnpirasi Lion, sebuah film box office Hollywood, Marina Mahathir, penulis dan pegiat yang juga putri mantan Perdana Menteri Malaysia dan Lan Rankin, penulis kriminal terkenal asal Skotlandia.

Ilmuan dan pelestari alam asal Australia, Tim Flannery bersama sang istri yang seorang memoar pemenang penghargaan – Kate Holden, penulis asal Kanada, Madeleine Thien, penulis kuliner dan budaya Tionghoa asal Inggris, Fuchsia Dunlop, jurnalis dan novelis kawakan Australia, Robert Dessaic dan produser MTV, Nusrat Durani yang terkenal dengan narasinya mengenai politik, percintaan dan budaya pon zaman modern.

Seluruh nama di atas akan membawa karya-karya yang bersangkutan dengan tema ‘Asal Muasal’ karena tema itu membentangkan tajuk-tajuk besar yang selama ini telah mempengaruhi dan membentuk kehidupan kita, mulai dari politik, teknologi, lingkungan dan spritual. Selama lima hari penyelenggaraan, UWRF akan mengajak para pengunjung untuk mempertimbangkan kembali asal muasal dari elemen-elemen yang membentuk kita sebagai manusia, hal-hal yang dibawa sepanjang hidup dan hal-hal yang mengingatkan kita untuk ‘pulang’.

Founder & Director UWRF Janet DeNeefe mengatakan, sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2004, UWRF selalu menjadi kancah pertemuan penulis dan seniman dalam dan luar negeri, baik mereka yang sudah diakui dunia dan memenangkan penghargaan maupun mereka yang baru memulai karirnya.

“Kita semua tahu ada ratusan acara sastra di dunia, namun yang selalu kami dengar mengenai UWRF adalah tentang betaapa ajaib dan uniknya festival ini,” ujarnya. (rin/rel)

Loading...
Melda
By Melda July 18, 2017 07:29
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...