Ini Penjelasan KONI Sumbar Soal Atlet Tertangkap Kasus Narkoba

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Februari 13, 2018 18:43

Related Articles

PADANG – Keberhasilan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengungkap kasus narkoba sejak awal Pebruari 2018, menyeret satu orang atlet Sumatera Barat, N (27). Dalam sepekan terakhir, jajaran Dirres Narkoba Polda Sumatera Barat berhasil mengamankan 14 orang tersangka dalam kasus narkoba, salah satunya adalah N yang ditangkap bersama keponakannya, T (17).

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat Syaiful menjelaskan, N pernah dua kali memperkuat kontingen Sumatera Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk cabang olahraga beladiri Judo.

“Memang, N pernah menjadi atlet yang ikut memperkuat kontingen Sumatera Barat dalam dua kali PON yaitu PON 2012 di Riau dan PON 2016 di Jawa Barat,” jelasnya, Selasa (13/2).

Terkait kasus yang menyandung atlet tersebut, Syaiful mengungkapkan rasa prihatin. Meskipun tahun ini N tidak lagi menjadi atlet binaan, namun KONI Sumatera Barat tetap prihatin.

“KONI merasa prihatin dan saya secara pribadi berharap N dapat direhabilitasi. Saya berharap ini menjadi kasus terakhir bagi atlet di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Syaiful memaparkan beberapa prestasi yang telah diraih N baik pada kejuaraan daerah, nasional dan internasional. Dia berharap, kasus itu tidak terulang lagi baik bagi N sendiri maupun bagi atlet lainnya. Dia tetap berharap N dapat direhabilitasi.

Seperti diberitakan, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat merilis hasil operasi sejak awal Pebruari 2018. Dalam sepekan itu, polisi berhasil mengamankan sebanyak 14 orang tersangka, termasuk N dan keponakannya, T (17) yang masih berstatus pelajar SMA.

Ke 14 tersangka tersebut ditangkap polisi dalam rentang waktu sejak tanggal 2 Pebruari hingga 9 Pebruari 2018 dari berbagai lokasi. Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 181,44 gram narkoba jenis sabu, 396,44 gram ganja kering dan 17 butir pil ekstasi.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka terancam hukuman minimal 6 tahun penjara dan hukuman maksimal 20 tahun penjara. (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Februari 13, 2018 18:43
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...