Indonesia Darurat LGBT, Perlu Segera Diwaspadai

Melda
By Melda May 23, 2017 14:02
Ketua Fraksi PKS DPR RI,

Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini. (ist)

JAKARTA – Penggerebekan kasus prostitusi kaum gay (Pesta Seks Homoseksual LGBT) dengan nama event “The Wild One” di daerah Kelapa Gading yang dilakukan Resmob Polres Jakarta Utara, Minggu (21/5) malam dinilai menandakan Indonesia sudah darurat LGBT dan perlu segera diwaspadai. Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan 141 orang yang melanggar UU No 4 Th 2008 tentang Pornografi.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, Selasa (23/5), perilaku semacam itu  sangat memprihatinkan dan membahayakan generasi bangsa. LGBT, katanya, dan homoseksual jelas bertentangan dengan Pancasila, konstitusi, dan peraturan perundang-undangan kita yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya luhur, dan perikemanusiaan (fitrah manusia).

“Pesta seks sesama jenis ini jelas sangat memprihatinkan. Kita semua harus waspada jangan sampai menular kepada generasi bangsa. Rusak generasi kita jika virus ini menyebar kepada anak-anak kita,” kata Jazuli dalam siaran persnya.

Ia menilai, perilaku LGBT tidak lepas dari masuknya budaya liberal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara massif. Akibatnya, perilaku generasi bangsa semakin permisif dan menganut kebebasan tanpa batas.

Menurutnya, dengan kerjasama berbagai elemen masyarakat, perilaku menyimpang tersebut harus dideteksi dan dicegah sejak dini. Untuk mencegahnya, perlu penanaman nilai Pancasila, khususnya nilai agama sebagai amanat sila pertama kepada generasi bangsa. Dengan mengenal agama yang mengajarkan fitrah kemanusiaan, generasi bisa terhindar dari perilaku yang menyimpangi fitrah manusia. (rin/*)

 

Melda
By Melda May 23, 2017 14:02
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...