Helikopter Jatuh, Perwira TNI Asal Ranah Minang Gugur Dalam Tugas

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Maret 20, 2016 23:25

Related Articles

Helikopter jenis Helly Bell 412 (ilustrasi/ sumber: wikipedia)

Helikopter jenis Helly Bell 412 (ilustrasi/ sumber: wikipedia)

PADANG- Kabar jatuhnya helikopter milik TNI di Poso membawa duka bagi masyarakat Sumatera Barat. Kolonel Infanteri Syaiful Anwar, Komandan Resor Militer (Danrem) 132 Tadulako yang dikabarkan ikut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut adalah putera asli Ranah Minang.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Kol. Inf. Syaiful Anwar berasal dari Padang Ganting Kabupaten Tanahdatar. Syaiful Anwar mulai bertugas sebagai Danrem 132 Tadulako sejak September 2015 menggantikan Brigjen TNI Herianto Syahputra yang dipromosikan menjadi Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat (Danpusintelad). Sebelumnya, Syaiful Anwar menjabat sebagai Aster Kasdam II Sriwijaya.

Selain Syaiful Anwar, salah seorang co-pilot helikopter nahas tersebut, Letda Cpn Tito, ternyata adalah putera kedua Ir. Soeprapto, Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman (Prasjal Tarkim) Provinsi Sumatera Barat.

Dikutip dari KabarSelebes.com, Helikopter milik TNI jenis Helly Bell 412 jatuh di Desa Kasiguncu Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sekitar puku 18.00 waktu Indonesia Tengah (Wita) atau pukul 17.00 Waktu Indonesia bagian Barat (Wib). Helikopter tersebut membawa 13 penumpang. Salah satunya adalah Kolonel Infanteri Syaiful Anwar, Danrem 132 Tadulako.

Diwartakan juga bahwa Kepala Penerangan Resor Militer (Kapenrem) 132 Tadulako Mayor Faqih dan tiga perwira menengah berpangkat kolonel ikut dalam helikopter yang jatuh tersebut.

“Helikopter tersebut jatuh di perkebunan warga di Desa Kasiguncu tak jauh dari Bandara Poso,” kata Wisnu, seorang saksi mata seperti dikutip dari KabarSelebes.com.

Helikopter tersebut berangkat dari desa Watutau Kecamatan Lore Tengah dengan membawa sejumlah perwira termasuk Danrem dan Kapenrem menuju Kota Poso. Di Watutau Helikopter tersebut membantu aparat gabungan Operasi Tinombala untuk melakukan pengejaran terhadap Santoso cs. (feb/*)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Maret 20, 2016 23:25
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...