Hanya Ada Tiga Biro Umroh yang Terdaftar di Sumbar, Masyarakat Harus Hati-hati Memilih

Melda
By Melda February 1, 2016 15:26
Sejumlah calon jemaah umroh saat di ruang pelaporan Polres Pasaman membuat laporan dugaan penipuan. (y)

Sejumlah calon jemaah umroh saat di ruang pelaporan Polres Pasaman membuat laporan dugaan penipuan. (y)

PASAMAN – Pejabat Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat menegaskan sampai saat ini hanya ada tiga biro perjalanan umroh yang terdaftar di Sumbar. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumbar, Syamsuir di Lubuk Sikaping, Senin (1/2). Tiga biro umroh tersebut sudah memiliki kantor dan juga telah melengkapi berkasnya.
“Masyarakat harus hati-hati dalam memilih penyelenggara perjalanan umroh, sebab telah banyak terjadi penipuan dan juga kejadian lain yang merugikan masyarakat dalam hal pelaksaan umroh ini,” ujar Syamsuir.
Menurutnya, tiga biro perjalanan umroh yang terdaftar di Sumbar, yakni Armindo Travel, Sianok, dan Rizki Travel. Selama ini, masyarakat kurang sadar untuk melakukan pengecekan terhadap biro perjalanan umroh yang terdaftar di Kemenag Sumbar. Padahal, sebenarnya pengecekan terhadap kebeneranan dan adanya izin biro perjalanan tersebut sangat penting agar masyarakat tidak tertipu.
Biro perjalanan umroh tersebut seharusnya meski telah terdaftar di pusat, jika memang ingin beroperasi di daerah atau kabupaten kota, juga harus memiliki kantor agar jelas keberadaannya. Selama ini, banyak biro perjalanan meski telah terdaftar di kementerian dan memiliki kantor di Jakarta, namun tidak mau mendirikan perwakilan di kabupaten dan kota atau melapor ke Kemenag, sehingga tidak terdaftar di daerah.
Sehubungan dengan itu, ia menjelaskan, kerena daftar tunggu ibadah haji yang panjang, akhirnya masyarakat banyak yang memilih untuk melaksanakan umrah terlebih dahulu.
Dijelaskannya, Biro perjalanan umroh harus ada yayasan, sertifikat, kantor, akta notaris, pembina ibadah hingga tim medis. Dalam peraturan Menteri Agama, status biro perjalanan umrah hanya dua, yaitu kantor pusat dan cabang.
Jika cabang, maka namanya harus sama dengan kantor pusat, tidak boleh hanya perwakilan atas nama perorangan saja, lanjut dia. Kementerian Agama sudah memiliki kerja sama dengan Kepolisian untuk menindak biro perjalanan umrah yang tidak memenuhi aturan dan dapat ditindak secara hukum.
Kementerian Agama di kabupaten dan kota juga sudah diperintahkan mengawasi biro perjalanan umrah bekerja sama dengan penegak hukum setempat, jika ada yang belum terdaftar akan dikirim surat untuk mengurus izin.
Hal itu dikatakannya terkait adanya 26 orang warga Pasaman yang sampai saat ini gagal berangkat umroh, melalui PT Hijrah Haramain yang berkantor di Kota Medan, Sumatera Utara. Hal itu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian Pasaman. (y)
Loading...
Melda
By Melda February 1, 2016 15:26
Write a comment

3 Comments

  1. Ismail May 24, 11:12

    Ini membuktikan kejujuran harus nyata bukan untuk dipermainkan, orang umroh itu beramal. Kalau ada yg nakal harus ditindak dan cabut izin nya ketegasan kandang harus nyata bukan abu2, semoga masyarakat tak ada yg tertipu

    Reply to this comment
  2. Muhammad Dzaky August 10, 12:01

    Sedikit informasi tambahan min..untuk sekarang di sumbar sudah terdapat 4 biro umroh yang mempunyai izin resmi
    yaitu :

    1. Armindo Travel
    2. Sianok
    3. Rizki Internasional travel
    dan yang baru2 ini yaitu
    4. PT.PENJURU WISATA NEGERI yang dulunya lebih di kenal dengan AET Travel dengan SK IZIN UMROH KEMENAG RI NO. 382 TAHUN 2016
    yang beralamat Jl. By Pass km 13 , Kota Padang, Sumatera Barat. Telp. (0751)463796

    informasi ini harus di sampaikan supaya masyarakat bisa lebih berhati2..:)

    Reply to this comment
  3. alfahri August 30, 19:01

    jika ada biro perjalanan yg mlakukan penipuan terhadap jemaah umroh dan haji,,ini bener2 keterlaluan,,masak orang mau menghadap Allah,,ditipu,,saya ngga bs mmbayangkan azab apa yg akan mereka terima atas keberanian mereka “baladang dipunggung” orang2 yg sudah lelah mengumpulakn duit siang dan malam untuk ketanah suci.

    Reply to this comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

PR NEWSWIRE

Loading...