Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Minta Ranperda Memuat Ketegasan

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Maret 3, 2016 17:28

Related Articles

dprd sumbar

PADANG- Draft 5 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan oleh Gubernur Sumatera Barat mendapat kritikan tegas dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). DPRD menilai, setiap aturan harus memuat ketegasan-ketegasan dan sanksi yang jelas.

Pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumatera Barat terhadap 5 Ranperda disampaikan dalam rapat paripurna, Kamis (3/3). Hampir seluruh fraksi menyoroti tidak adanya ketegasan dalam draft Ranperda yang diajukan Senin (29/2) lalu tersebut.

Lima Ranperda yang diajukan oleh pemerintah provinsi Sumatera Barat adalah Ranperda tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Pasar Rakyat, Ranperda tentang Rencana Pengembangan dan pembangunan Perumahan dan  permukiman, Ranperda tentang Perubahan Perda nomor 1 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, Ranperda tentang tuntutan ganti rugi kerugian daerah serta Ranperda tentang Imunisasi.

Juru Bicara Fraksi Demokrat H. M. Nurnas mengungkapkan pandangan fraksinya bahwa belum ada sanksi tegas dalam aturan-aturan yang dirancang. Ia menyoroti antara lain Ranperda tentang Rencana Pengembangan Pembangunan Perumahan dan Kawasan  Permukiman (RP3KP).

“Untuk penataan kawasan perumahan dan permukiman, mestinya memuat ketegasan-ketegasan karena Perda ini nantinya menjadi payung bagi kabupaten/ kota,” katanya.

Kemudian pula, masih soal Ranperda RP3KP, Nurnas mengungkapkan harus ada sinergi dan sinkronisasi yang jelas dengan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Hal itu harus tertuang dengan jelas di dalam Perda RP3KP karena masalah peruntukan lahan diatur dengan Perda RTRW.

Sementara dari Fraksi Golkar, Zigo Rolanda sebagai juru bicara menyoroti masalah Ranperda Pembinaan dan Pengembangan Pasar Rakyat. Ranperda ini juga nantinya akan menjadi Perda payung bagi pemkab/ pemko sehingga harus ada ketegasan-ketegasan sehingga bisa diimplementasikan dengan baik.

Pada prinsipnya, seluruh fraksi mendukung ke lima Ranperda tersebut karena sangat berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat. Namun fraksi-fraksi mengingatkan di dalam pembahasannya nanti, kekurangan-kekurangan yang masih ada di dalam draft yang diajukan saat ini harus disempurnakan lagi.

Menjawab hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Ali Asmar usai rapat paripurna DPRD kepada wartawan mengakui setiap aturan harus memuat sanksi yang tegas. Apa yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD akan menjadi pertimbangan sehingga di dalam pembahasan nanti bisa disempurnakan.

“Saran dan masukan ini akan menjadi acuan dalam pembahasan bersama DPRD nantinya, kekurangan-kekurangan yang ada akan disempurnakan karena memang sebuah aturan harus memuat ketegasan dan sanksi-sanksi yang jelas,” ujarnya.

5 Ranperda yang diajukan tersebut, menurut Ali Asmar sudah merupakan kebutuhan untuk kepentingan masyarakat. Ranperda Ranperda tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Pasar Rakyat dimaksudkan untuk menjadi acuan dalam penataan dan pengelolaan pasar sehingga pasar-pasar yang ada di seluruh kabupaten/ kota dapat berfungsi maksimal, aktifitas jual beli menjadi lancar sehingga pergerakan ekonomi masyarakat semakin terpacu.

Kemudian Ranperda tentang Rencana Pengembangan dan pembangunan Perumahan dan  permukiman, dimaksudkan untuk melakukan penataan wilayah sehingga setiap kawasan memiliki peruntukan yang jelas. Sementara Ranperda tentang Perubahan Perda nomor 1 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum adalah untuk memacu pendapatan daerah yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan daerah.

Begitu juga Ranperda tentang tuntutan ganti rugi kerugian daerah dimaksudkan untuk menghindari kebocoran uang negara sehingga pemanfaatan anggaran akan lebih maksimal untuk kepentingan pembangunan. Dan terakhir, Ranperda Imunisasi, dimaksudkan untuk memberikan jaminan kesehatan kepada generasi bangsa. (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Maret 3, 2016 17:28
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...