Empat Pemuda Minang Prakarsai Festival Kampoeng Minangkabau 2017 di Bandung

Melda
By Melda September 26, 2017 13:26
Empat Pemuda Perantau Minang yang memprakarsai Festival Kampoeng Minangkabau 2017 di Bandung. (dok.pribadi)  

Empat Pemuda Perantau Minang yang memprakarsai Festival Kampoeng Minangkabau 2017 di Bandung. (dok.pribadi)

PADANG – Para perantau Minangkabau yang berada di Bandung saat ini tengah mengadakan acara Festival Kampoeng Minangkabau 2017 yang berlangsung dari tanggal 21 September – 1 Oktober 2017 di Metro Indah Mall – Bandung. Puncak kemeriahan kegiatan itu akan ditutup dengan Kesenian Irama Minang (KIM) pada malam penutupan, Minggu, 1 Oktober 2017 ini mulai pukul 20.00 – 22.00 WIB.

Festival tersebut ternyata diprakarsai oleh para generasi muda Minang yang merantau di Kota Kembang itu. Mereka adalah Jenni Murlita (finance and show content), Andika Cendikia (concept), Dia Anggraini (media social pragmatist), dan Celi Parlina (relationship master). Mereka adalah empat orang generasi muda asal Sumatera Barat yang tinggal di perantauan dan ingin melestarikan kuliner, kesenian dan kebudayaan Minangkabau dengan mengenalkannya pada masyarakat perantau Minang dan masyarakat setempat secara berketerusan.

“Sejauh manapun engkau merantau, darah Minang akan melekat di tubuhmu. Zaman pasti berubah. Tapi, adat dan budayamu, jangan. Itu adalah warisan terbesar dari nenek moyangmu. Banggalah jadi gadih Minang. Gadih Minang babaju kuruang,” kata Dia Anggraini yang juga dikenal dengan nama Ghea Mirrela dalam dunia kepenulisan.

Permainan KIM yang akan dibawakan oleh Mak Pono dan Upiak Unyuik bersama tim keseniannya pada malam penutupan festival itu akan menghibur warga Bandung dan sekitarnya. Pada permainan tradisi asal Pariaman – Sumatera Barat itu, para penonton diminta untuk melingkari angka pada kertas yang dibagikan oleh pemandu KIM, sesuai angka-angka yang disebutkan pada lirik lagu yang dibawakan oleh penyanyi KIM. Penonton yang memperoleh sederet angka penuh pada kertasnya, berhak memperoleh hadiah menarik dari panitia. Para penonton yang ikut permainan ini tidak dipungut biaya.

Festival Kampung Minangkabau 2017 Bandung ini juga dimeriahkan oleh penampilan para mahasiswa dari USBM Telkom, dengan membawakan: Tari Piriang, Tari Lauik Sijombang, Tari Pasambahan, dan Randai.

Selain penampilan musik tradisi, nyanyian tradisi, tarian tradisi, dan KIM, Festival Minangkabau 2017 Bandung itu tambah menggirukan oleh wisata kuliner. 25 stand yang disediakan oleh panitia terisi penuh dengan beragam sajian kuliner asli Minangkabau dan dapat dikunjungi setiap harinya selama pelaksanaan acara, dari jam 09.00 – 21.00 WIB.

Nasi Padang yang terkenal dengan rendangnya ternyata juga ada beragam masakan asli Sumatera Barat yang tak kalah menggugah selera. Pada festival itu, lidah para pengunjung bisa digiurkan oleh nikmatnya martabak Kubang Hayuda, sate Danguang-Danguang, soto Padang, bika Mariani khas Pariaman, karupuak kuah, sala lauak, teh talua, nasi kapau, es tebak, cindua minang, dan beragam sajian lainnya, yang dirindukan oleh para perantau Minang. Selama pelaksanaan berlangsung, festival ini dihadiri oleh warga Bandung dan sekitarnya, juga dari kalangan artis ibukota, dan wisatawan mancanegara.

“Nasi Padang itu kita membeli rasa, bukan gengsi. Harganya yang relatif mahal disebabkan masakan Padang itu kaya rempah. Ada banyak bumbu untuk satu jenis masakan. Dan pada jenis masakan tertentu dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Ironinya, kadang kita rela membayar ratusan ribu untuk jenis masakan luar negeri, yang bahan bakunya murah, demi sebuah gengsi. Mari kita cintai masakan tradisi daerah kita sendiri,” tambah Dia Anggraini. (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

 

Melda
By Melda September 26, 2017 13:26
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*