Dukung Pariwisata, Anak Nagari Nanggalo Helat Festival Bambu

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Oktober 27, 2016 00:55
Berpoto sejenak di sela-sela rapat persiapan pelaksanaan Festival Bambu Batang Tarusan 2016. (ist)

Berpoto sejenak di sela-sela rapat persiapan pelaksanaan Festival Bambu Batang Tarusan 2016. (ist)

TARUSAN – Dibukanya Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh memunculkan gairah luar biasa dari masyarakat Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan untuk berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata. Dimotori para pemuda dan didukung oleh tokoh masyarakat, Anak Nagari Nanggalo menggagas perhelatan akbar Festival Bambu Batang Tarusan atau International Tarusan River Bamboo Festival (ITRBF) 2016.

Melalui penggiat ekowisata Nagari Nanggalo yang diketuai Husni “Meri” Mersati, gagasan mengadakan festival yang mengambil tema sungai dan bambu ini dimatangkan bersama segenap elemen masyarakat. Tanggal pelaksanaannya ditetapkan pada 26 sampai dengan 27 November 2016 mendatang dengan pesertanya selain lokal juga dari negara jiran Malaysia dan Singapura.

Menurut Meri, ikon bambu diambil sebagai bagian dari  upaya pelestarian alam, khususnya pencegah abrasi Batang Tarusan. Pada momen ini akan
ditanam seribu pohon bambu di pinggir sungai sekitar Nagari Nanggalo. Selain pencegah abrasi tebing sungai yang semakin melebar dan sudah merusak pemukiman, bambu dapat dimanfaatkan untuk kerajinan tangan dan berbagai kegunaan lainnya sementara rebung (tunas bambu yang muda) dapat diolah untuk kuliner.

“Kita pilih ikon bambu sebagai bagian dari upaya pelestarian alam. Pohon bambu akan ditanam sebanyak mungkin di sepanjang pinggir sungai Nagari Nanggalo. Sedangkan pada acara pembukaan festival nanti akan dilakukan penanaman secara simbolis oleh pejabat yang hadir,” ujarnya, Rabu (26/10).

Dia menambahkan, rangkaian kegiatan ITRBF 2016 disemarakkan dengan lomba-lomba permainan tradisional, kontes baju kuruang basiba, pacu rakik, pagelaran prosesi adat dan lomba lagu Minang.  Juga akan ada pagelaran spesial di atas pentas terapung yang terbuat dari bambu serta tarian kolosal di tepi sungai.

“Rangkain Festival Bambu Batang Tarusan disemarakkan dengan aneka lomba anak nagari dan penampilan spesial dari mahasiswa UNP dan UPSI Malaysia serta mahasiswa dari Singapura,” lanjutnya.

Festival tersebut direncanakan akan dijadikan kalender tahunan. Saat ini pendanaannya berasal dari swadaya masyarakat dan sumbangan para donatur. Ia yakin event ini bisa terselenggara secara berkelanjutan. Dia menegaskan, ITRBF bukanlah tandingan dari Festival Mandeh yang telah
diagendakan Pemerintah Provinsi dan Pemkab Pesisir Selatan.

“Justru festival ini sebagai event “pemanasan” menjelang digelarnya Festival Mandeh di akhir tahun ini, sekaligus menjadi bukti antusiasme masyarakat Nagari Nanggalo dalam memajukan pariwisata,” ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Nagari Nanggalo yang terlibat penuh mempersiapkan ITRBF, Nerosti Adnan mengungkapkan, festival ini dirancang seapik mungkin agar memberikan suguhan berkesan dan menjadi kenangan bagi yang hadir.

“Meskipun ini perdana dengan mengandalkan pendanaan dari partisipasi segenap warga, kita tidak ingin asal-asalan. Kita ingin memberikan yang terbaik dan berkesan agar orang selalu terkenang dengan Nanggalo Tarusan,” kata staf pengajar Universitas Negeri Padang (UNP) ini.

Selain dari tokoh masyarakat setempat, kegiatan ini mendapat dukungan dari Wali Nagari Nanggalo dan Camat Koto XI Tarusan. Bahkan Walinagari Nanggalo Suryadi Chan tidak kalah sibuk dalam mempersiapkan pelaksanaan ITRBF 2016 ini, termasuk menyiapkan undangan dan memberikan rekomendasi. (der)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Oktober 27, 2016 00:55
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*