DPRD Kota Padang Cepat Tanggap Pasca Banjir Besar Melanda  

Melda
By Melda Maret 29, 2016 21:41
Jembatan baru Pasia Jambak yang putus akibat banjir. (ist)

Jembatan baru Pasia Jambak yang putus akibat banjir. (ist)

Banjir besar akibat curah hujan yang lebat melanda enam kecamatan di Kota Padang, Senin (21/3) hingga Selasa (22/3). Banjir pekan lalu itu merupakan banjir terparah yang dialami Kota Padang dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, banjir kali ini juga merendam daerah yang biasanya tidak pernah terkena banjir. Pemko Padang mencatat, sekitar 90.000 jiwa menjadi korban banjir dengan kecamatan terparah Koto Tangah.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang bereaksi cepat di saat banjir dan pasca banjir melanda. Salah satunya dengan mengumpulkan bantuan bagi korban banjir saat banjir terjadi, Selasa (22/3). Anggota komisi IV DPRD Padang, Maidestal Hari Mahesa menyatakan, bantuan dikumpulkan berasal dari donatur hamba Allah melalui media sosial facebook, Path, Twitter, Line, Whatsapp dan BBM. Sejumlah rumah makan juga menyumbangkan nasi bungkus masing-masing 20 sampai 50 bungkus.

Alhasil, hanya dalam waktu lebih kurang lima jam, anggota dewan berhasil mengumpulkan 2.348 nasi bungkus, beberapa kardus mie instan dan air mineral.

“Bantuan dari donatur yang hampir keseluruhan tidak mau disebutkan namanya, langsung kami bagikan semua. Semoga bantuan tersebut menjadi amal ibadah bagi para donatur yang hanya Allah dapat membalasnya,” kata Esa.

Maidestal Hari Mahesa di lokasi banjir. (ist)

Maidestal Hari Mahesa di lokasi banjir. (ist)

Pasca banjir, Maidestal meminta Pemko untuk dapat mengedukasi masyarakat tentang mitigasi bencana banjir. Karena, saat banjir, banyak warga yang terjebak dalam rumah. Diharapkan agar dilakukan evaluasi sedini mungkin pada masyarakat. Jika terjadi itensitas hujan yang tinggi dalam waktu lama, agar langsung waspada.

“Ini untuk meminimalisir agar tidak banyak warga yang terjebak dalam rumah. Apalagi, banyak Lansia yangg butuh pertolongan serius, kasihan kan?” ujarnya.

Diakuinya, luasnya wilayah yang dilanda banjir menyulitkan Pemerintah Kota Padang dan lembaga sosial untuk melakukan evakuasi. Namun, ke depannya warga sudah harus paham apa yang dilakukan dengan pemahaman yang telah diberikan tentang mitigasi banjir.  Warga dengan sendirinya bisa menyelamatan diri serta barang-barang berharga mereka, jelas Maidestal.

Dalam edukasi mitigasi tersebut, perlu disampaikan pada masyarakat di mana tempat- tempat evakuasi yang akan dituju. Selama ini, katanya, pemerintah lebih fokus pada mitigasi gempa dan tsunami. Padahal, perlu disadari juga kalau Padang merupakan wilayah rawan banjir. Kejadian kemarin perlu dijadikan evaluasi ke depannya.

Tinjau Banjir

Iswandi Muchtar bersama Wawako Emzalmi di lokasi banjir. (ist)

Iswandi Muchtar bersama Wawako Emzalmi di lokasi banjir. (ist)

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Padang, Iswandi Muchtar dan Anggota Komisi IV, Zulhardi Zakaria Latif meninjau lokasi banjir bersama Wakil Walikota Padang, H. Emzalmi Zaini ke sejumlah lokasi di Kawasan Guo, Gunung Sarik, Sungai Sapih, Lolo Ketek dan lainnya, Selasa (22/3) siang. Ikut bersama rombongan, Sekretaris Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji, Evi Yandri Rajo Budiman, Camat Kuranji Deni, Sekcam Yoga Natasha Amin, Lurah, RT/RW dan sejumlah pemuda di kawasan Guo.

Zulhardi Zakaria Latif menilai Pemko sudah cukup cepat tanggap dalam membantu korban banjir. Jajaran Pemko semua turun ke lapangan, mulai dari BPBD Damkar, BMP-KB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan PDAM.

“Anggota Komunitas Siaga Bencana dan Baznas juga saya lihat berjibaku di lapangan,” ungkap anggota Fraksi Partai Golkar Kota Padang itu.

Dikatakan, di lokasi yang dikunjungi, banyak rumah warga yang terendam banjir, termasuk fasilitas pendidikan. Ketinggian air sekitar satu meter lebih. “Di Lolo Ketek, satu rumah warga terkena longsor. Namun, tidak ada korban jiwa. Sedangkan jalan ke Lubuk Tampurung putus dan rumah-rumah warga terendam air,” katanya.

Sementara, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Padang Iswandi Muchtar membagi-bagikan paket bantuan kepada korban banjir yang melanda Kota Padang, Selasa (22/3). Paket yang dibagikan berupa paket sembako sebanyak 400 paket.

“Alhamdulillah, semoga kami dapat membantu meringankan penderitaan masyarakat yang menjadi korban banjir. Bantuan paket sembako ini tidak seberapa nilainya, namun tentu akan membantu mengurangi beban mereka,” ungkap politisi  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Tinjau Jembatan Putus

Di Pasia Jambak, Kecamatan Koto Tangah, sebuah jembatan putus akibat banjir besar. Anggota Komisi II DPRD Kota Padang, Delma Putra yang berasal dari Dapil Koto Tangah menyampaikan, akibat putusnya jembatan baru Pasia Jambak, warga terpaksa harus berputar jauh melalui Lubukbuaya. Jembatan baru Pasia Jambak selama ini menjadi akses utama warga.

Seperti diketahui, warga Pasia Nan Tigo mayoritas merupakan nelayan. Untuk membawa ikan ke Pasar Banda Aia, warga harus melewati Jembatan Baru Pasia Jambak. Namun karena putus, warga terpaksa harus berputar jauh melewati Lubukbuaya.

Selaku anggota dewan dan mewakili warga Pasia Nan Tigo, politisi Gerindra tersebut berharap pada Pemerintah Provinsi untuk segera memperbaiki jembatan yang putus tersebut. “Kami sangat berharap karena jembatan itu merupakan akses utama warga untuk berdagang di Pasa Banda Aia,” ungkap Delma.

Anggota  DPRD Padang meninjau jembatan baru Pasia Jambak. (ist)

Anggota DPRD Padang meninjau jembatan baru Pasia Jambak. (ist)

Di waktu berbeda, Anggota Komisi IV DPRD Padang, Muharlion dari Fraksi PKS mendengar kabar putusnya Jembatan Baru Pasia Jambak juga langsung bersama Dinas PU Padang dan BPBD. Menurutnya, memang harus segera dilakukan perbaikan pada Jembatan Baru Pasia Jambak Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hal itu dikarenakan jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warga setempat.

Pada kesempatan itu, ia mendorong Walikota Padang untuk setidaknya membangun jembatan darurat menjelang dilakukan perbaikan. Apalagi, para pelajar dalam waktu dekat akan mengikuti ujian sekolah. “Alhamdulillah, Walikota menanggapi hal itu dan menyetujui melalui Dinas PU Padang untuk segera melakukan pembangunan jembatan darurat,” jelasnya.

Dikatakan, untuk pelaksanaannya akan menggunakan tenaga ahli yang profesional. Murhalion berharap pemuda setempat tidak menghambat dan menghalangi pembangunan jembatan darurat dengan melakukan tindakan seperti meminta uang keamanan dan sebagainya. Sebagai anggota dewan, itu menjadi tugasnya untuk kepentingan orang banyak, tutur Muharlion.

Irigasi Jebol 

Komisi IV DPRD Padang meninjau irigasi jebol di Kel.Koto Panjang Ikur Koto, Kec.Koto Tangah. (baim)

Komisi IV DPRD Padang meninjau irigasi jebol di Kel.Koto Panjang Ikur Koto, Kec.Koto Tangah. (baim)

Komisi IV DPRD Kota Padang Bidang Kesejahteraan Rakyat  dipimpin Ketua Komisi, Surya Jufri Bitel meninjau bendungan irigasi jebol akibat banjir di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah. Rombongan diikuti Wakil Ketua Komisi, Zaharman, Sekretaris Komisi, Iswandi Muchtar dan didampingi anggota komisi Fakhri Bahar, Dewi Susanti serta Delma Putra dari Komisi II DPRD Padang yang merupakan Dapilnya. 

Ketua Komisi IV, Surya Jufri Bitel mengatakan, bendungan irigasi jebol akibat derasnya air Sungai Lubuk Minturun. Derasnya air menghantam bendungan sehingga pasir dan sedimen masuk ke saluran irigasi dan menyumbat saluran irigasi. Kondisi yang dilihatnya di lapangan, pengairan tidak efektif lagi karena air yang masuk dari sungai maupun yang keluar tidak berfungsi. Kondisi itu dikhawatirkan mengakibatkan petani di daerah tersebut terancam gagal panen.

Hal yang sama disampaikan Zaharman, Wakil Ketua Komisi IV. Menurutnya, kondisi akibat banjir yang melanda daerah Koto Panjang Kecamatan Koto Tangah mengakibatkan jebolnya bendungan irigasi. Sekitar 360 hektare sawah termasuk puluhan kolam ikan warga terancam kekeringan.

“Agar kondisi ini tidak mengakibatkan kerugian gagal panen, diminta pada Dinas PU bidang SDA untuk segera mengambil tindakan. Harus segera dilakukan pengerukan pasir dan sedimen yang menghambat saluran irigasi tersebut. Kemudian, kalau bisa sesegeranya dilakukan perbaikan terhadap bendungan dan irigasi di Koto Tuo,” ungkapnya. (baim)

Delma Putra di tepi Sungai Lubuk Minturun di depan irigasi jebol. (ist)

Delma Putra di tepi Sungai Lubuk Minturun di depan irigasi jebol. (ist)

 

Melda
By Melda Maret 29, 2016 21:41
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*