Dengan Dana Rp117,5 M, Pembangunan Pasar Padangpanjang Dimulai

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Februari 27, 2016 23:46

padangpanjang

Suasana Pasar Pusat Padangpanjang. (isril)

Suasana Pasar Pusat Padangpanjang. (isril)

PADANGPANJANG- Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang mengumumkan lelang proyek pembangunan pasar pusat sejak 24/02 lalu dengan sistim lelang elektronik e-umum dengan kode 33714. Pekerjaan awal proyek yang direncanakan multiyears (tahun jamak) tersebut dilelang dengan pagu dana Rp117,5 Miliar bersumber dari APBD Kota Padangpanjang tahun 2016.

Pemko Padangpanjang telah merencanakan untuk membangun pasar pusat yang representatif sejak lama dan sudah menjadi dambaan masyarakat. Sementara pekerjaan dimulai, pedagang sudah disediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan akan dipindahkan akhir bulan ini.

Walikota Padangpanjang Hendri Arnis melalui Kabag Humas Ampera Salim, Sabtu (27/2) menjelaskan, dengan dimulainya pembangunan pasar pusat tersebut, pasar yang didambakan masyarakat selama ini sudah terwujud. Untuk kelancaran pembangunannya sangat diharapkan dukungan masyarakat.

“ Tahapan pembangunan pasar telah direalisasikan, izin Amdal yang dikeluarkan Bapedalda Provinsi Sumatera Barat juga sudah dimiliki. Untuk itu mohon dukungan dari masyarakat sehingga rencana besar ini bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Baca juga  Masyarakat Keluhkan Kerusakan Lingkungan Akibat Penambangan ke DPRD Sumbar

Mengulas harapan Walikota, Ampera Salim meminta masyarakat tidak terpengaruh terhadap berbagai isu yang bisa menghalangi proses pembangunan pasar Padangpanjang. Rencana pembangunan pasar tersebut sempat terkatung- katung sehingga berdampak kepada perekonomian masyarakat.

“Untuk itu Walikota terus mengupayakan bagaimana agar pasar sebagai sentra perekonomian yang didambakan masyarakat ini bisa terealisasi dan akhirnya tahun ini bisa dimulai. Lelang pekerjaan sudah diumumkan beberapa hari lalu dan diperkirakan April mendatang pekerjaan sudah dilaksanakan,” ujarnya.

Tercetusnya pemikiran untuk membangun pasar pusat yang lebih representatif di Kota Serambi Mekah ini karena kondisi pasar yang lama terkesan semrawut. Walikota menurut Ampera Salim sering menerima pengaduan dan keluhan dari masyarakat tentang kondisi pasar yang sudah tidak nyaman, becek dan semrawut sehingga berpengaruh kepada omset jual beli. (isr)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Februari 27, 2016 23:46
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan