Cari Pembanding, Banggar DPRD DKI Berkunjung ke Sumbar

Febry Chaniago
By Febry Chaniago October 13, 2017 15:08

PADANG – Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta berkunjung ke DPRD Provinsi Sumatera Barat, Jumat (13/10). Kunjungan tersebut adalah dalam rangka studi banding terkait pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2018.

Pimpinan rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Ferial Sofyan menjelaskan, secara umum pembahasan RAPBD hampir sama di setiap daerah. Namun, ada hal-hal yang perlu dipelajari dari daerah lain sebagai pembanding dalam pelaksanaan pembahasannya.

“Tentu ada hal-hal teknis yang menjadi kiat bagi daerah lain sehingga pembahasan dapat berjalan lancar. Ini yang ingin kita lihat dari DPRD Sumbar untuk menjadi pembanding bagi pelaksanaan pembahasan di DKI,” kata Ferial.

Dia menambahkan, strategi pembahasan yang menjadi dorongan bagi DPRD DKI Jakarta untuk berkunjung ke DPRD Sumatera Barat adalah soal ketepatan waktu. Provinsi Sumatera Barat selalu tepat waktu dalam penetapan anggaran. Hal itu tentunya tidak terlepas dari kerjasama, koordinasi dan komunikasi yang baik antara DPRD dengan pemerintah daerah.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Arkadius Datuak Intan Bano menyambut kedatangan Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta menyebutkan, secara umum, acuan pembahasan RAPBD merujuk kepada aturan perundang-undangan.

Secara berjenjang, kata Arkadius, pembahsan dimulai dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kemudian dilanjutkan dengan menentukan arah kebijakan umum anggaran dan plafon prioritas anggaran sementara (RKUA PPAS) sehingga tersusunlah RAPBD.

“Dalam pembahasannya, antara DPRD sebagai pihak legislatif dan pemerintah daerah sebagai eksekutif harus memiliki pemahaman yang sama terhadap setiap program kegiatan yang akan disusun untuk dimasukkan ke dalam rencana pembiayaan. Ini menjadi kunci kelancaran pembahasan,” terangnya.

Dengan membangun komunikasi yang baik, terbentuk pemahaman yang sama antara pihak legislatif dan eksekutif. Setiap program pembangunan yang akan dimasukkan ke dalam APBD harus mendapat pemikiran yang sama bahwa itu adalah prioritas untuk kepentingan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, legislatif ke dua daerah berkesempatan untuk saling bertukar cinderamata. Arkadius mengungkapkan apresiasi terhadap kunjungan Banggar DPRD DKI Jakarta ke DPRD Sumatera Barat. Menurutnya, dijadikannya Sumatera Barat sebagai tujuan studi banding oleh DPRD DKI Jakarta adalah suatu kehormatan karena DKI Jakarta merupakan daerah pusat pemerintahan yang memiliki otonomi khusus sebagai ibukota negara. (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago October 13, 2017 15:08
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*