Bupati Mentawai Buka Workshop Percepatan Pembangunan Desa

Melda
By Melda Desember 12, 2017 10:31

Related Articles

Workshop dan penandatanganan MoU percepatan pembangunan Desa di Mentawai, Senin (11/12). (ers)

MENTAWAI – Bupati Kepulauan Mentawai membuka secara resmi workshop dan penandatanganan MoU percepatan pembangunan Desa Kabupaten Kepulauan Mentawai di aula Hotel Graha Viona, Senin (11/12/2017).

“Untuk desa tertinggal dan sangat tertinggal, minimal 70 persen anggaran belanja diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa. Jadi, desa yang memiliki kinerja yang baik serta memberikan peningkatan pembangunan akan diberikan reward dalam bentuk penambahan anggaran di desa,” kata Yudas Sabaggalet.

Ia menyebutkan, percepatan prioritas penggunaan Dana Desa mengacu pada tipologi desa dengan mempertimbangkan keadaan dan kenyataan karakteristik geografis, sosiologis, antropologis, ekonomi dan ekologi desa yang khas serta perubahan atau perkembangan kemajuan desa. Tipologi desa itu menjadi acuan dalam penyusuanan prioritas penggunaan dana desa, acuan dalam penetapan serta penyusunan program prioritas pembangunan desa sasaran.

Dikatakan, dalam melaksanakan kebijakan percepatan pembangunan desa dan kawasan desa, pemerintah berupaya mengentaskan desa-desa tertinggal dan sangat tertinggal yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang masih memiliki keterbatasan dalam akses kepada infrastruktur dasar seperti jalan poros desa, jalan produksi, jalan pertanian, jalan penghubung antara desa, sanitasi air bersih dan berbagai sarana dan prasarana sosial dan ekonomi.

Baca juga  Duta Wisata Mentawai Bentuk Kelompok Siswa Sadar Wisata

Selain itu, tahun 2018 diprioritaskan pembangunan desa yang meliputi bidang pembangunan pengembangan dan pemeliharan infrastruktur lingkungan pemukiman, pembangunan dan pengembangan pemeliharaan sarana prsarana transportasi, pemeliharaan sarana prasarana kesehatan masyarakat, pemeliharaan sarana prasarana pendidikan sosial dan kebudayaan, pemeliharaan sarana prasarana produksi dan pemasaran hasil usaha pertanian dan pemeliharaan sarana prasarana produksi dan distribusi.

Di bidang pemberdayaan masyarakat desa akan didukung kegiatan ekonomi, baik yang dikembangkan oleh BUM Desa bersama atau lainnya melalui pelatihan dan pemagangan dan pengorganisasian masyarakat, fasilitasi bantuan hukum masyarakat dan pelatihan di desa, terangnya.

Adapun tujuan pembangunan infrastruktur perdesaan (PIP) adalah untuk meningkatkan akses ke infrastruktur dasar di wilayah perdesaan. Program itu akan lebih difokuskan pada peningkatan akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar perdesaan, khususnya jalan, jembatan, irigasi, air minum dan sanitasi.

Baca juga  Penelitian LIPI, Jumlah Pulau di Mentawai Bertambah 8 Buah

Selanjutnya, meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyediaan infrastruktur perdesaan dan mendorong peran inisiatif serta peran aktif masyarakat di pedesaan untuk membuat perencanaan sekaligus mengelola pelaksanaan kegiatannya dengan bantuan pemerintah yang dialokasikan ke setiap desa, tukasnya. (ers)

Melda
By Melda Desember 12, 2017 10:31
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tuliskan komentar anda tentang ini