Kirimkan Berita Anda - Citizen Journalism

Kepolisian Perlu Sapu Urang Bagak dan Tuan Takur

Senin, 08/02/2010 21:08 WIB


padangmedia.com - PADANG - Fenomena urang bagak atau tuan takur di Kota Padang perlu disapu oleh kepolisian. Keberadaan mereka membuat pendapatan masyarakat terutama dari sektor transportasi berkurang dalam jumlah hingga Rp30 ribu/harinya.

Hal itu diungkapkan Walikota Padang, Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si, menanggapi usulan agar Perda tentang retribusi terminal dicabut saja, karena tidak adanya terminal angkot di Kota Padang, Senin (8/2) di DPRD Padang.

“Sementara Pemko hanya mengambil Rp500/hari, apalagi yang bisa kita ambil dari angkot,” ujar Fauzi saat hearing dengan Pansus Relokasi Pasar, Terminal dan Bantuan Gempa 2007 DPRD Padang. Artinya, retribusi tidak mempengaruhi pendapatan para sopir angkot dibanding
pungli yang dilakukan orang bagak.

“Premanisme dan tuan takur merupakan salah satu benang merah yang harus diselesaikan selaras dengan pembangunan pasar inpres ke depan,” ujar Fauzi. Selain terhadap angkot, di pasar dan lokasi parkir para tuan takur ini berpraktek. “Jangankan pasar di WC saja ada orang bagaknya,” ujar Fauzi.

Pembangunan pasar inpres ke depan diharapkan akan mengurangi jumlah orang bagak ini. “Kita tidak jamin habis, tapi pasti berkurang,” ujar Fauzi optimis.

Terkait kios dan los darurat yang disinyalir juga diperjualbelikan/disewakan secara premanisme Fauzi berjanji akan memprosesnya. “Kita tidak ingin ada kecemburuan dalam hal ini, untuk itu beri kami waktu,” janji Fauzi. (fie)


Komentar Anda

Komentar Anda



Nama
Email
Lokasi
Komentar