Kirimkan Berita Anda - Citizen Journalism

Honor Imam Mesjid Dianggarkan Dalam APBD

Minggu, 07/02/2010 18:01 WIB


padangmedia.com - PADANG - Dalam APBD Sumbar tahun 2010, telah dianggarkan honor untuk para imam mesjid yang ada di daerah ini. Namun karena keterbatasan anggaran, maka yang memperoleh honor hanya sekitar 170 orang imam mesjid, mewakili 1 orang imam mesjid tiap kecamatan di Sumbar.

Tetapi sebenarnya alokasi dana dari APBD SUmbar itu hanya pancingan. Yang diharapkan sebenarnya adalah partisipasi dari daerah kabupaten/kota untuk berbuat hal yang sama, mengalokasikan honor untuk para imam mesjidnya, bahkan bila memungkinkan dianggarakan lebih besar lagi karena aktiftas para iman ini berada di wilayah kota/kabupaten.

“Jumlah ini memang sedikit bila dibandingkan dengan beragam aktiftas keagamaan yang dilakukan. Namun apa daya, memang sebegitu kemampuan anggaran kita. Ke depan, tetap kita upayakan agar dapat dinaikkan lagi,” ujar Gubernur Sumbar H.Marlis Rahman dalam sambutannya pada pertemuan rutin Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kota Padang di Mesjid Nurul Iman Padang, Minggu (7/2).

Besar honor para imam mesjid ini adalah Rp750.000,- perbulan/orang/kecamatan. Diharapkan dengan pemberian honor ini imam mesjid dapat memfokuskan perhatiannya untuk meramaikan mesjid dengan berbagai kegiatan keagamaan.

Bagi mubalig/dai khususnya mereka yang belum terkenal diberikan perlindungan asuransi. Mereka yang belum terkenal ini, umumnya tingkat ekonomi keluarganya belum baik, sehingga dalam keseharinnya mereka kejar target untuk memberikan ceramah, bahkan sampai 4 kali sehari di tempat berbeda demi memperoleh honor, dengan resiko yang tinggi di perjalanan.

Asuransi di berikan pemerintah tidak hanya untuk mereka yang mendapat musibah kecelakaan, tetapi juga bagi mereka yang sakit biaya berobatnya ditanggung asuransi.

“Kita belum mampu memberikan honor bagi para dai/mubalig ini. Bagi mubalig/dai yang belum terkenal ini kita diberikan perlindungan asuransi kesehatan dan kecelakaan,” terang Marlis.

Marlis juga menyinggung penegakan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK), yang hingga hari ini sebagiannya masih sekedar retorika. Hal ini dapat dilihat dari pakaian yang digunakan anak-anak di negeri ini sehari-hari, masih kurang sopan dengan memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh. Sementara untuk ke sekolah pakaian mereka terlihat sangat sopan dan Islami.

“Mudah-mudahan, filosofi ABS SBK dapat diaktualisasikan dengan sesungguhnya, sehingga visi Sumbar menjadi daerah yang maju dan agamis tahun 2025 dapat terwujud,” harapnya. (dev)


Komentar Anda

Komentar Anda



Nama
Email
Lokasi
Komentar