Kirimkan Berita Anda - Citizen Journalism

BESOK MALAM

Seniman dan Budayawan Adakan Malam Renungan Gempa Sumbar

Selasa, 27/10/2009 11:10 WIB


padangmedia.com - PADANG – Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi relawan peduli gempa beserta seniman/budayawan Sumatera Barat, Rabu (28/10) malam akan mengadakan ‘Malam Renungan Gempa Sumatera Barat: BAREK SAMO DIPIKUA’. Kegiatan itu dimaksudkan untuk melakukan refleksi mendalam terkait permasalahan sosial dan budaya yang akan muncul setelah bencana.

Selain orasi kebudayaan, acara yang dimulai pukul 19.30 WIB di plaza depan Taman Budaya Sumatra Barat, juga akan digelar beberapa pembacaan puisi, renungan dan doa, pertunjukan happening art, tari dan barabab.

“Dengan akan berakhirnya masa tanggap darurat bencana gempa bumi yang baru saja kita alami, penting bagi kita semua untuk merenung, introspeksi dan secara bersama melakukan refleksi. Mudah-mudahan berguna sebagai titik tolak untuk bangkit dari situasi yang berat ini,” kata Ketua Dewan Kesenian Sumatra Barat, Dr. Harris Effendi Thahar, yang merupakan penanggung jawab dari kegiatan seperti dikutip dari pers relis yang diterima padangmedia.com.

Dikatakan Harris, pendekatan kebudayaan dan penguatan kearifan lokal sangat diperlukan untuk menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi sebagai akibat dari bencana.

Kegiatan Malam Renungan Gempa tersebut akan menampilkan orasi budaya oleh Prof. Dr. Mestika Zed, guru besar Universitas Negeri Padang dan Rusmazar Ruzuar, Ketua Komnas HAM Daerah Sumatra Barat. Renungan dan doa akan disampaikan Buya Mas’oed Abidin, pembacaan puisi oleh Asbon Budinan Haza, Armeynd Sufhasril, Muhammad Ibrahim Ilyas dan Andria Catri Tamsin. Di samping itu, akan tampil STSI Padangpanjang, Komunitas Seni Belanak, Universitas Andalas, Nan Jombang Group, Galang Group dan rabab Hasanawi.

Kegiatan itu didukung oleh kelompok relawan gempa seperti JAMS (Jaringan Masyarakat Sosial untuk Sumatra Barat), Komunitas Mahasiswa Kaki Lima, Posko Relawan Gempa M. Yamin, Serikat Petani Indonesia, Komunitas Seni Belanak, Unand Crisis Center dan beberapa kelompok lainnya. (rin/rel)

Berita terkait


Komentar Anda

dirman

jakarta - Rabu, 31/03/2010 12:45 WIB
suara vokal DPRD Sumbar ttg ketidak adilan pembagian hasil kekayaan alam dg pemerintah kolonial, di cekal kumpulan media kolonial.

raqay

pyk - Senin, 18/01/2010 17:51 WIB
Juga perlu direnungkan adalah: kenapa banyak sekali bangunan pemerintah yang roboh saat gempa, tetapi tidah ada komentar pemerintah dan wartawan tentang buruknya kwalitas bangunan pemerintah yang meminta korban nyawa saat terjadi gempa.
Apakah akan diulangi lagi membangun bangunan sarat korupsi dan suap serta amplop yang akan meminta korban nyawa lagi...

Komentar Anda



Nama
Email
Lokasi
Komentar