Senin, 06/09/2010 21:21 WIB
Junaidi bin Jaaba
Tanah Rantau Mengubah Jalan Hidupnya
Tanah Rantau Mengubah Jalan Hidupnya
Jika diingatnya lagi, rasanya susah dipercaya kalau puluhan tahun silam, ia adalah seorang anak tama
...
ANGGARAN SOSIALIASI GENDER KECIL
Badan PP Harus Libatkan Wartawan dan Penulis
oleh: atviarni
Dunia Perempuan | Selasa, 05/01/2010 09:46 WIB
PADANG – Meskipun anggaran sosialiasasi gender di daerah dinilai sangat kecil, namun hal itu dinilai bukanlah menjadi penghalang untuk terus mensosialisasikannya. Padahal, salah satu tugas utama Badan Pemberdayaan Perempuan, adalah mensosilisasikan gender hingga masayarakat menjadi paham dan bisa melaksanakannya dalam kehidupan.
Mantan Deputy Perlindungan Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dra. Sumarni Dawam Raharjo MPA., menyebutkan, untuk melaksanakan semua itu dengan baik, dibutuhkan komitmen dari pihak-pihak yang terkait.
“Saya mengerti tentang permasalahan yang dihadapi di daerah. Sebagai jalan keluarnya, kita semua harus bertekad, semua sector terkait harus membantu. Malah harusnya daerah bisa lebih gemuk daripada Kementrian Pemberdayan Perempuan, karena setiap sector yang melaksanakan Pengarus Utamaan Gender itu, disediakan dana. Malah kadang-kadang lebih besar dari satu Deputy,” paparnya.
Karena itulah, agar program ini bisa berjalan lancar, ia menyarankan kelompok penulis, dan wartawan harus dilibatkan, bermitra dengan pemberdayan perempuan. Sehingga akan mempercepat membantu sosialisasi. “Media massa sangat berperan dalam mensosialisasiksan hal ini. Forum wartawan penulis ini bisa melakukannya. Misalnya dengan menggelar pertemuan rutin, sebulan sekali atau dua bulan sekali. Dari sana bisa dibahas masalah-masalah yg dihadapi dan dicarikan solusinya,” jelas Sumarni.
Menanggapi hal itu, Habbiburrahman dari Badan Pemberdayaan Perempuan Sumatera Barat mengatakan suatu waktu akan melakukan sosialisasi dengan pemimpin redaksi dan redaaktur media-media yang ada di Sumbar.
"Kita akan coba sekali waktu melaksanakan sosialisasi dengan pimred dan redaktur media-media yang ada di Sumbar. Tapi apakah mereka mau hadir? Kita harap mereka bisa merespon harapan kita. Nantilah kita atur," katanya.
Sementara itu, Dra Halen Sekretaris Forum Koalisi Komunikasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (FKK P3A)Sumbar mengatakan respon media masih belum maksimal. Ketika FKK P3A melaksanakan lokakarya menciptakan media massa yang sensitif gender beberapa waktu lalu, dari unsur media massa belum terlihat respon yang positif. Ketika diundang dua orang wartawan menghadiri acara itu, hanya diikuti oleh satu orang wartawannya. Bahkan ada media massa yang diundang sebagai peserta, tidak mengirimkan wartawannya.
"Saya juga tidak tahu dimana salahnya. Waktu itu kita undang semua koran harian, radio dan beberapa mingguan. Diharapkan ada 30 orang yang hadir dari media. Kenyataannya, jumlahnyatidak mencapai 50 persen," katanya kepada padangmedia.com, kemarin.







