Meti

Mandiri dengan Tebu Panggang

padangmedia.com , Jumat, 10 Agustus 2012 15:21 wib

Meti Jasentika

Memiliki wajah kiut dengan lesung pipi tatkala mengulum membuat Meti Jasentika bak seorang gadis model. Gadis ini bukanlah model meskipun suka berpose. Dia juga bukan gadis sampul walau saat berfoto close up dia layak menjadi gadis sampul.

Bukan model, tapi bukan tak pernah menjadi model. Maksudnya apa? Meti bersama kembarnya Meta menjadi model untuk spanduk reklame Tebu Panggang Si Kembar yang tak lain usaha yang ia kelola dan keluarganya.

"Aku nggak pernah menjadi model di tempat lain, khusus untuk spanduk ini saja. Aku berpose sebagai model bersama Meta saudara kembarku," ujar Meti menunjuk sepanduk yang terpasang di belakang mobil pick-up yang dijadikan kedai menjual air tebu dan minuman lainnya yang menyegarkan.

Menurut mahasiswi Universitas Negeri Padang ini, terserah orang memandang dia sebagai apa. Yang jelas ia bukan model melainkan hanyalah seorang penjual tebu panggang yang mangkal di Jalan Khatib Sulaiman, persisnya di depan kantor Diskoperindag Sumbar.

Dengan menjadi seorang pedagang tebu panggang, Meti tidak merasa malu atau minder. Inilah cara ia membantu orangtua. Ia dan Meta, dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan tinggi.

 "Kami lahir di tengah keluarga sederhana yang telah terbiasa bekerja keras. Jadi bekerja seperti ini tidaklah hina bagi kami," ujar cewek kelahiran 14 Januari 1991 ini.

 Saat padangmedia.com menanyakan cita-citanya, Meti dengan mantap menjawab menjadi seorang pendidik. Ia beralasan menjadi pendidik adalah mulia. Ia terobsesi untuk mencerdaskan generasi bangsa.

 "Saat ini aku sudah mulai mengajar, meskipun baru mengajar di Pesantren Ramadhan," imbuhnya. (*)