Terbetik
- Pemko Berlakukan Masa Tanggap DaruratRabu, 22 Mei 2013 08:01 wib
- Pasar Padangpanjang Terbakar, Los Ikan Kering HangusRabu, 22 Mei 2013 07:04 wib
- Kantor Nagari Tj Betung Dapat Jatah Jaringan InternetRabu, 22 Mei 2013 06:40 wib
- 7 SD di Rao Utara Kekurangan RKBRabu, 22 Mei 2013 05:53 wib
- Pemkab/Kota Komit Tekan Penyalahgunaan Bahan Berbahaya ...Rabu, 22 Mei 2013 05:46 wib
- Persiapan TdS di Bukittinggi Mencapai 90 PersenSelasa, 21 Mei 2013 23:42 wib
-
Selain Nabila, Wisnu Mengaku Menghabisi Yanti
Bukittinggi – Tulang belulang manusia ditemukan sekitar 500 meter dari jalan raya dalam semak di daerah Banda Munggu, Jorong Gantiang, Nagari ... baca selengkapnya »
Komentar
Erlin Mustari Mendrofa
Ingin Menjadi Bidan yang Profesional

Paras yang cantik terlihat sangat ramah dan juga mudah tersenyum, memang sangat pas menjadi pelayan masyarakat. Meski bukan cita-cita yang didambakannya, tapi ia tetap akan menekuni bidangnya secara profesional "Orang tua saya ingin saya menjadi tenaga medis. Mereka menilai dibalik ketegasan saya ada kelembutan untuk melayani orang lain. Maka jadilah kayak gini, saya tercatat sebagai mahasiswa kebidanan" alasnya. Anak ke 2 dari 6 saudara ini, awalnya pengen sekali jadi polwan serta kuliah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Tetapi karena permintaan ortu, iapun mengalah. Cita-cita menjadi polwan dengan terpaksa ia pendam di dalam hati. Erlin Mustari Mendrofa. Begitulah nama lengkap dara pasangan Alinudin Mendrofa dan Ufi Harefa ini. Ia sejak lama sudah mengidamkan menjadi polwan lantaran di lingkungan keluarganya banyak bergelut dalam dunia angkatan. Papanya seorang Tentara, kakak ipar Brimob, sedangkan om-om juga banyak yang angkatan. Otomatis ia dididik dalam lingkungan disiplin tinggi, ketegasan, pengabdian dan juga berjiwa besar sehingga menjadikannya anak k yang disiplin dan tegar. Saat menjalani pendidikan pertama kali di kebidanan memang agak berat baginya. Namun ketika sudah maju selangkah dengan mantap dan ikhlas, maka kesempatan yang dibeikan Tuhan tidak ia sia-siakan. "Menjalani apa yang tidak menjadi keinginan kita memang berat serta sukar untuk diwujudkan. Tetapi kalau sudah memulai, selangkah berpantang mundur, sehingga laksanakan dengan iklas tetap maju kedepan karena kesempatan itu datangnya hanya sekali" katanya dengan bijak. Gadis manis kelahiran 19 tahun lalu di Padangi sudah bertekad menjadi bidan profesional, karena kesempatan untuk itu sangat jarang sehingga tidak boleh disia-siakan. Ia harus bersyukur karena masih banyak teman sebayanya yang tidak memiliki kesempatan sepertinya.. “Saya bersykur masih bisa dikuliahkan orang tua. Sedangkan orang lain belum tentu mendapatkan kesempatan sekolah. Saya harus memanfaatkan apa yang sudah diberikan orang dan mensyukuri anugrah yang diberikanTuhan pada keluarga kami,” ujarnya. Caranya, ia giat belajr, agar orang tuanya bangga. Itu sudah ia buktikan dengan peringkat cum laude 4 dari seluruh mahasiswa kebidanan tingkat satu. Selain itu ia juga tercatat sebagai wakil ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) tempat dia mengenyam pendidikan. Gadis yang hobi nyanyi dan jalan-jalan mengunjungi tempat wisata ini memberikan trik menjadi bidan yang baik. “Lakukanlah segala hal dengan senyum. Sebagai bidan, selalu tersenyum pada pasien dan ramah melayani mereka,” ungkapnya. Jika dalam melaksanakan tugasa nantinya lalu menemukan pasien yang tidak sopan dan cerewet misalnya, ia memastikan akan tetap sabar. “Sebagai pelayan masyarakat kita harus siap menghadapi semua orang bagaimanapun sikapnya. Kita harus sabar dan membantu mereka memecahkan masalahnya,” katanya. Menyinggung cita-citanya jadi polwan yang kandas, Erlin tidak memikirkannya lagi. Meski kecewa, tapi ia bahagia sudah bisa berbak ti pada orang tua. “Kalau dilaksanakan dengan iklas itu merupakan amalan bagiku, bisa menolong orang dan juga orang tua senang." Karena suka jalan-jalan ditanya tentang tempat wisata yang ada di Sumatera Barat dia berpendapat betapa indahnya ranah Minang ini. Banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Meski sudah pembangunan dilakukan dimana-mana, namun masih banyak tempat-temnpat menarik yang menyimpan eksotisme. Cuma saja belum dipromosikan dengan baik ke dunia luar. Sebagai remaja ia menyarankan kepada sebayanya agar tak menyia-nyiakan kesempatan yang telah dianugrahkan Tuhan. “Selagi orang tua kita mampu memberikan pendidikan pada yang lebih tinggi, jangan sia-siakan. Jadilah penerus bangsa yang membanggakan orang tua, daerah dan bangsa kita,” ucapnya. (wan)





