82 Tahun Penyair Rusli Marzuki Saria Akan Digelar dengan Suasana Pantai    

Melda
By Melda Januari 3, 2018 08:21

 

Panitia peringatan ‘82 tahun Penyair Rusli Marzuki Saria’seusai rapat di Pasia Muaro Gantiang, Parupuak, Tabing, Minggu (31/12/17). (Dok. Muhammad Fadhli)

PADANG – Tanggal 26 Februari 2018 mendatang, penyair Rusli Marzuki Saria (Papa) akan genap berusia 82 tahun. Untuk lebih membahagiakan penyair yang baru saja menerima SEA Write Award 2017 itu akan digelar serangkaian acara sastra di Padang.  Menariknya, rangkaian acara sastra ini tidak dilaksanakan dalam ruangan, tetapi di tepi pantai berhawa sejuk dengan hembusan angin laut yang sepoi-sepoi, sambil menikmati gemuruhnya suara ombak menghempas di pantai.

Ketua Panitia Peringatan 82 tahun Penyair Rusli Marzuki Saria, Sastri Bakry mengungkapkan, peringatan 80 tahun Papa Rusli tahun 2016 lalu dilaksanakan di ruangan auditorium Gubernuran Sumbar. Untuk suasana berbeda, maka peringatan 82 tahun Papa Rusli akan digelar di tempat terbuka, yaitu di tepi pantai, kedai nasi Uni Tinum, Pasia Muaro Gantiang, Parupuak – Tabing, Padang, pada Sabtu, 3 Maret 2018.

Baca juga  Masyarakat Dharmasraya Gelar Pacu Biduak di Embung Ampang

“Di bibir pantai berhawa sejuk itulah nanti kita dirikan panggung/pentas dan bentangkan tikar untuk duduk lesehan bagi penonton, sehingga suasananya akan  terasa lebih alami ketimbang diadakan di ruangan tertutup,” kata Sastri Bakry pada rapat panitia di kedai nasi Uni Tinum, Pasia Muaro Gantiang, Parupuak – Tabing, Padang.

Menurut Sastri Bakry, materi acara yang digelar pada peringatan 82 tahun penyair Rusli Marzuki Saria adalah peluncuran buku ‘Parewa Sato Sakaki’ karya Rusli Marzuki Saria, penyampaian orasi sastra (diminta kesediaan) oleh Prof. Dr. Hasanuddin WS, M.Hum (kritikus sastra yang juga guru besar ilmu sastra di FBS-UNP), Bazar Buku karya Rusli Marzuki Saria, dan pembacaan puisi-puisi Rusli Marzuki Saria oleh para penyair Sumatera Barat.

“Namun, kita juga memberi kesempatan kepada penyair dari daerah lain yang berkenan hadir dan ingin berpartisipasi membaca puisi di acara ini, seperti  penyair dari Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Jakarta, dan lain-lain,” kata Sastri Bakry, penyair penerima Anugerah Srikandi Numera 2016 di Malaysia ini.

Baca juga  Kabag Umum Setdako Padangpanjang Berganti

Sastri Bakry juga mengatakan bahwa acara itu terbuka untuk para seniman, budayawan, wartawan, dosen, guru, mahasiswa dan para siswa yang berminat sastra.

“Acara ini adalah acara kita bersama. Di acara ini, setiap kita mempunyai peran yang sama yaitu mengapresiasi kreativitas Papa Rusli Marzuki Saria, penyair kelahiran Kamang, Bukittinggi, 26 Februari 1936, yang sejak tahun 1955 sampai usia  82 tahun ini masih tetap setia menulis puisi,” ujar Sastri dalam rapat panitia akhir pekan kemarin yang juga dihadiri langsung Papa Rusli Marzuki Saria, dan beberapa panitia lainnya, termasuk Dasril Ahmad dan penulis Muhammad Fadhli. (m Fadhli/r)

 

Melda
By Melda Januari 3, 2018 08:21
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan