48 Siswa SMKN 2 Lubuk Basung Ujian di Lapangan Basket, Sekda Panggil Pihak Sekolah

Melda
By Melda December 7, 2017 20:03

Pertemuan pihak sekolah di rumah Sekda. (fajar)

AGAM – Pemerintah Daerah Kabupaten Agam langsung mengambil tindakan terkait adanya siswa di SMKN 2 Lubuk Basung yang melaksanakan ujian semester di lapangan Basket dikarenakan terlambat datang dan persoalan lain yang terjadi di sekolah tersebut.

Pada Rabu (6/12) malam, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Drs. H. Martias Wanto, MM langsung memanggil Kepala Sekolah bersangkutan, Drs. Zulhatman serta para Wakil Kepala Sekolah untuk melakukan klarifikasi tentang adanya siswa yang melaksanakan ujian di lapangan Basket.

“Walau secara kewenangan, SMA dan SMK berada di provinsi, namun kita peduli akan hal ini. Saya sudah panggil kepala sekolah dan wakil kepala sekolah untuk membicarakan hal ini,” kata Martias Wanto saat ditemui padangmedia.com di ruang kerjanya, Kamis (7/12).

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di rumah dinas Sekda Agam itu, selain Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah, juga hadir Kepala BKPSDM Agam, Drs Fauzir, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Arnel, serta Kabag Humas Setda Agam, Helton SH M.Si.

Dalam pertemuan itu, pihak sekolah menerangkan kronologis sebenarnya mengenai adanya 48 siswa yang melaksanakan ujian di lapangan Basket yang ada di sekolah tersebut.

“Harapan kita, ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Ini yang pertama dan yang terakhir,” ujar Sekda.

Dijelaskan oleh Sekda lagi, Bupati Agam juga menyayangkan hal itu terjadi. Bahkan, Bupati langsung memberi perintah untuk memanggil pihak sekolah dan menggelar pertemuan membahas hal tersebut.

“Secara langsung kepada kami, Bupati sangat menyayangkan hal itu terjadi,” ujarnya.

Sementara, Kepala SMKN 2 Lubuk Basung, Drs Zulhatman mengaku, kalau dia pada hari itu sedang berada di Padang mengikuti Raker. Namun, terkait kejadian tersebut, dia selaku Kepala di SMKN 2 Lubuk Basung bertanggung jawab mengenai kejadian itu.

“Ke depannya, saya berjanji peristiwa serupa tidak akan terjadi. Kalau sekarang, mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi,” ujarnya.

Namun, dia membantah kalau murid yang melaksanakan ujian di lapangan dikarenakan tidak membayar iyuran bulanan, melainkan karena terlambat datang. “Anak-anak itu terlambat datang. Jadi, agar tidak mengganggu temannya yang sudah di kelas, mereka ujian di lapangan,” terangnya.

Sebelumnya, sebanyak 48 orang siswa kelas II dan III SMKN 2 Lubuk Basung terpaksa mengikuti ujian semester I (ganjil) tahun pelajaran 2017/2018 di lapangan Basket yang ada di sekolah tersebut, Rabu (6/12). Penyebabnya, seperti keterangan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, Ollya Darman, selain ada yang terlambat datang ke sekolah, ada juga sebagian besar yang tidak diperkenankan masuk ke dalam kelas untuk mengikuti ujian karena belum membayar iuran bulanan. Mereka, ke 48 siswa tersebut duduk tanpa beralaskan tikar di lapangan basket mengerjakan pertanyaan yang ada di lembar ujian. (fajar)

Melda
By Melda December 7, 2017 20:03
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...