4 Bulan, Terjadi 23 Kasus Kebakaran di Agam

Melda
By Melda Mei 17, 2017 19:37
Kabid Damkar Agam, Yunadi. (fajar)

Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Agam, Yunadi. (fajar)

AGAM – Kerugian akibat kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Agam semenjak Januari 2017 hingga saat ini mencapai Rp3,9 miliar. Kerugian berasal dari bangunan rumah, warung, lahan perkebunan dan lainnya dari 23 kasus kebakaran yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Agam.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Agam, Yunaidi, S.Pd, M.Pd mengatakan, rata-rata penyebab kebakaran adalah karena korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini dalam empat bulan terakhir.

Untuk meminimalisasi kasus kebakaran, ia mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara memastikan api kompor sudah padam dan menjauhkan barang mudah terbakar dari sumber api. Selain itu, warga diminta mengganti jaringan listrik yang sudah tua, mengaktifkan kolam di dekat rumah agar airnya bisa digunakan untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran dan lainnya.

“Imbauan ini sering kami sampaikan saat ada pertemuan dengan masyarakat yang tersebar di 16 kecamatan di daerah itu. Kami juga mengadakan sosialisasi cara memadamkan api kepada warga,” katanya kepada padangmedia.com di Lubuk Basung, Rabu (17/5).

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam, Masrizal, SH, berharap Dinas Satpol PP dan Damkar lebih sering melakukan sosialisasi kepada warga agar mereka bisa mengantisipasi kebakaran secara dini.

“Damkar Agam hendaknya menambah pos pemadam kebakaran di setiap kecamatan agar pertolongan cepat sampai ke lokasi. Ini untuk meminimalisir kasus kebakaran di daerah ini sehingga warga tidak mengalami kerugian materil,” ujarnya. Saat ini, pos pemadam baru ada di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Ampek Angkek dan Ampek Koto. (fajar)

 

Melda
By Melda Mei 17, 2017 19:37
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

loading...