Ada Apa dengan Gedung Beladiri KONI Sumbar?

padangmedia.com , Selasa, 14 Juni 2011 00:00 wib
Satu dari sederet faktor pendukung dari berprestasi atau tidaknya atlet, tentu ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Itu sudah barang tentu, ya. Selain dari sumber daya dan kualitas atlet itu sendiri. Bicara sarana, penulis jadi ingat dengan kondisi gedung beladiri KONI Sumbar yang terletak di Komplek GOR Haji agus Salim, Padang yang rusak akibat gempa bumi beberapa tahun lalu. Jendela kaca berukuran besar yang terpasang pada salah satu sudut bangunan terlihat ambruk dan menganga tanpa ada perbaikan. Belum lagi retakan pada dinding selebar 8 mm yang kontan mengundang ketakutan sebagian orang. Namun lucunya, hingga sekarang bangunan itu masih digunakan untuk latihan dan seleksi atlet. Tak terkecuali pada helatan Kejurda tinju amatir se-Sumbar yang berakhir Sabtu, 4 Juni 2011. Bicara dana untuk membangun kembali, tentu tidaklah mungkin, mengingat dana pemerintah sangat terbatas untuk itu. Namun, sejatinya masih ada jalan keluar lain jika ada niat baik dari Pemprov ataupun pemerintah pusat yang membidani urusan olahraga. Renovasi sepertinya pilihan yang tepat dan tidak membutuhkan dana yang besar. Pemasangan kawat ayam pada retakan dinding adalah solusi yang tak terlalu buruk. Selain itu, pergantian kaca jendela yang pecah juga tak terlalu rumit untuk dilakukan. Di mana letak persoalannya sehingga sampai sekarang belum ada indikasi untuk memperbaikinya? Masalah keseriusan elemen pemerhati olahraga lagi-lagi menjadi kendalanya. Pemerintah di bawah komando Kementrian Pemuda dan Olahraga, Disdigpora Sumbar serta KONI terkesan lepas tanggungjawab hingga menggadaikan keselamatan atlet yang berlatih serta bertanding ditempat itu. KONI Sumbar sebagai induk organisasi seluruh cabang olahraga di daerah hendaknya dalam mengupayakan perbaikan atau pun menagih tanggungjawab pemerintah, bukan hanya sebatas menargetkan medali pada atlet. Sarana pendukung untuk duta-duta olahraga kita juga perlu mendapat perhatian serius jika perlu tempat para atlet berlatih dibangun yang bertaraf internasional seperti yang dimiliki Negara tetangga. Bukan hanya berlatih di tempat yang memprihatinkan seperti yang kita punya. *