Wako Suir Syam Jadi Pembicara Kesehatan di Myanmar

padangmedia.com , Senin, 30 April 2012 00:00 wib
PADANGPANJANG - Julukan sebagai Kota Sehat bagi Padang Panjang kini sudah mendunia. Setidaknya untuk kawasan Asean, kota itu sudah dikenal sebagai kota sehat, kota tertib rokok dan kota bebas penyakit tidak menular, seperti stroke, darah tinggi, liver, kanker, gula dan asma kronis brongkitis. Ditandai dengan dimintanya Walikota Padangpanjang, dr. H. Suir Syam, M Kes MMR sebagai pembicara oleh organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization) di Yangon, Myanmar, pada 24 April lampau. Suir Syam diundang langsung oleh Kantor Perserikatan Asean di Kuala Lumpur atas rekomendasi Kementeraian Kesehatan RI dengan biaya tanggungan WHO bersama sembilam pembicara lainnya di Asean. Hadir pada kesempatan itu perwakilan seluruh negara Asean seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunai, Myanmar, Laos, Kamboja dan Vietnam. Wako Padangpanjang ini tampil sebagai pembicara dari Indonesia. Dia satu-satunya kepala daerah yang mewakili negaranya. Negara lain diwakili para praktisi kesehatan dari depertemen dan perguruan tinggi. Tampilnya Suir Syam menjadi penyaji di Myanmar dalam Bahasa Inggris, itu karena Kementerian Kesehatan RI sangat terkesan dengan program kesehatan Kota Padang Panjang yang telah banyak mengukir prestasi. Karena prestasi itupula, Walikota Padangpanjang diundang sebagai pembicara dalam masalah kesehatan ke berbagai daerah di nusantara. Antara lain Makasar, Manado, Balik papan, Pontianak, Mataram, Denpasar, Bandung, Bogor, Jakarta, Medan, Palembang dan Yogyakarta. Program pencegahan penyakit tidak menular di Padangpanjang dijadikan percontohan dan pilot proyek di Indonesia. Dengan keberhasilan pelaksanaan program ini di Padangpanjang, WHO berpendapat perlu disebarluaskan dan dikembangkan di negara-negara lain, seperti kawasan Asean. WHO sangat terkesan dengan program kesehatan Padangpanjang dengan adanya kelompok masyarakat pencegah penyakit tidak menular di setiap kelurahan. Selain itu, juga ada program pengobatan gratis kepada masyarakat. (rin/rel)