Terbetik
- Penghitungan Suara Pemilukada Sawahlunto Diwarnai Aksi ...Selasa, 21 Mei 2013 11:33 wib
- Mantan Sekretaris dan 5 Anggota KPUD Sawahlunto Bersaing ...Selasa, 21 Mei 2013 11:06 wib
- Beri Pendidikan Demokrasi, Penyelenggara Pemilu Bentuk ...Selasa, 21 Mei 2013 10:38 wib
- SK Pemberhentian Tiga Kades KeluarSelasa, 21 Mei 2013 09:53 wib
- Kota Solok Dapat Satu Unit Mobil Rescue dari PusatSelasa, 21 Mei 2013 09:45 wib
- Fader Tertinggi di Silungkang dan Lembah SegarSelasa, 21 Mei 2013 08:39 wib
-
Selain Nabila, Wisnu Mengaku Menghabisi Yanti
Bukittinggi – Tulang belulang manusia ditemukan sekitar 500 meter dari jalan raya dalam semak di daerah Banda Munggu, Jorong Gantiang, Nagari ... baca selengkapnya »
Komentar
Butuh 20 Miliar Membangun Pelabuhan Pendaratan Ikan Tiku
AGAM-Pemkab Agam Sumatera Barat membutuhkan 20 milyar untuk membangun pelabuhan pendaratan ikan yang ada di Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Agam Ir Ermanto, Jum'at (29/6)/ Dana sebesar itu nantinya akan digunakan untuk membangun pelabuhan tempat bersandar kapal nelayan baik itu dari Tiku sendiri maupun dari daerah luar.
Yang akan dibangun awalnya adalah pelabuhan, pemecah ombak, pengerukan muara pantai serta untuk membuat bongkar muatan kapal nelayan.
"Saat ini kapal nelayan hanya berlabuh di tepi pantai yang berhubungan langsung dengan Samudera Hindia sehingga ombaknya besar, dan sangat berbahaya bagi kapal. Kalau datang badai secara tiba-tiba itu sangat merugikan nelayan," katanya.
Sebelumnya sudah banyak kapal nelayan yang mengalami kerusakan dan ada juga yang pecah karena badai. Kalau adapun pelabuhan itu tidak bisa dipakai karena dalam keadaan rusak, karena tidak sesuai lagi dengan kondisi alam Tiku.
Sekarang ini Tiku memiliki fasilitas lain seperti tempat pelelangan ikan, pendingin, pabrik es, tempat pengisian bahan bakar serta fasilitas lainnya. "Fasilitas ini hanya butuh perawatan saja," ucapnya.
Ermanto menambahkan, dari data DKP Kabupaten Agam jumlah alat tangkap bagan saat ini sebanyak 16 unit, sedangkan data tahun 2001 bagan sebanyak 260 unit sehingga hampir 90% alat tangkap ini rusak karena gelombang besar.
Sedangkan alat tangkap lainya, seperti kapal tonda 36 unit, jaring insang sebanyak 150 unit, masih bisa dipergunakan para nelayan, tidak mengalami kerusakan akibat gelombang.
"Dalam Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah Kabupaten Agam tidak akan mencukupi untuk pembangunan pelabuhan kapal nelayan. Kita akan mengusahakan pembangunan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2013,"ulasnya.(wan)





