PEMBANGUNAN MONUMEN BELA NEGARA Butuh Keseriusan Pemkab

padangmedia.com , Sabtu, 30 Juni 2012 00:00 wib
PADANG - Percepatan pembangunan monumen bela negara Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi, Gunung Omeh, butuh keseriusan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Anggota Komisi I DPRD Sumatera Barat, Drs. H. Syamsul Bahri Yahya mengatakan, dituntut keseriusan Pemkab Limapuluh Kota dalam penuntasan pembebasan lahan sesuai dengan permintaan pemerintah pusat. Dikatakannya, saat ini masyarakat setempat telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare. Sementara, untuk keseluruhannya dibutuhkan lahan seluas 50 hektare. Termasuk untuk semua arsitektur yang akan menggambarkan miniatur daerah di indonesia. "Masyarakat dengan suka rela telah menyediakan lahan sebanyak 20 hektar. Jadi, untuk mencukupkan menjadi 50 hektare sesuai kebutuhan monumen merupakan tanggung jawab pemerintah daerah setempat, terutama pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota," ujar politisi partai Demokrat tersebut. Menurutnya, monumen yang merupakan simbol perjuangan masyarakat Sumbar tersebut merupakan objek wisata yang menjanjikan. Monumen itu sekaligus untuk menghargai jasa masyarakat dan bukti sejarah keterlibatan Sumbar dalam memepertahankan kemerdekaan Indonesia. ?Monumen ini menjadi simbol kebanggaan sejarah bagi masyarakat Limapuluh kota. Karena, PDRI tujuh bulan lebih (Des 1948-Juli 1949) telah berjasa mempertahankan kedaulatan republik ini," kata Syamsul Bahri Yahya saat dihubungi padangmedia.com kemarin. Syamsul Bahri Yahya yang sehari-hari dikenal dengan SBY Sumbar itu berharap kepada Pemkab terutama bupati Limapuluh Kota untuk mencukupi lahan tersebut. Sehingga, pembangunan yang sudah di depan mata tersebut terlaksana sesuai rencana. ?PDRI merupakan sumbangan terbesar masyarakat Sumbar dan itu harus diabadikan sebagai sejarah yang membanggakan. Salah satunya dengan monumen dan hari belanegara tersebut harus diperingati secara nasional,? katanya. Dijelaskannya, saat ini peringatan hari belanegara baru diperingati secara lokal di Sumbar. Seharusnya sesuai dengan perjalanan sejarah yang menentukan bagi bangsa Indonesia hari bersejarah tersebut dapat diperingati secara nasional. (lied)