100 Ton Ikan KJA Danau Maninjau Mati Dalam Dua Pekan Terakhir

Melda
By Melda Desember 14, 2017 07:30

Related Articles

Ikan KJA di Danau Maninjau yang mati akibat naiknya tubo belerang. (fajar)

AGAM – Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam, Ermanto mengimbau petani Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya untuk mengurangi menebar bibit ikan, agar para petani tidak mengalami kerugian yang cukup besar.

Hal itu mengingat banyaknya ikan yang mati akibat cuaca ekstrim yang melanda daerah itu semenjak sepekan terakhir.

“Ikan mati di KJA Danau Maninjau telah mencapai 100 ton dengan kerugian sekitar Rp3 miliar, akibat angin kencang disertai curah hujan tinggi yang melanda Agam sejak Minggu (26/11) lalu,” kata Ermanto saat ditemui padangmedia.com di ruang kerjanya, Rabu (13/12).

Menurut Ermanto, matinya ikan tersebut akibat naiknya tubo balerang di dasar danau yang disebabkan hembusan angin kencang serta berkurangnya kandungan oksigen di dasar danau dari tahun ke tahun.

“Kondisi danau kita sangat memprihatinkan. Pada tahun 1982 lalu, oksigen masih berada di kedalaman 29 meter. Sementara sekarang, di kedalaman 10 meter saja sudah tidak ada oksigen lagi,” terangnya.

Pihaknya juga minta petani KJA agar menebar bibit ikan setelah cuaca kembali normal. “Petani KJA hendaknya dapat mengatur jarak antara keramba dengan keramba yang lain. Jangan terlalu banyak memasukkan bibit, cukup 3.000 ikan per petaknya,” himbaunya. (fajar)

Melda
By Melda Desember 14, 2017 07:30
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...