Terbetik

Komentar

Desak Penyelesaian Konflik

Warga Baruah Gunuang Blokir Jalan Kebun Teh

padangmedia.com , Rabu, 08 Mei 2013 17:51 wib

Warga Baruah Gunuang Kecamatan Bukit Barisan memblokir jalan masuk ke perkebunan teh menuntut penyelesaian konflik PT SBTI diselesaikan dan perusahaan dapat beroperasi kembali. (ist)

PADANG - Warga Nagari Baruah Gunuang, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (8/5), melakukan pemblokiran jalan menuju perkebunan teh milik PT SHGW Bio Tea Indonesia (PT SBTI). Pemblokiran dilakukan untuk mendesak penyelesaian konflik yang terjadi antara PT SBTI dengan pihak lain yang mengaku juga sebagai pemilik lahan dan saat ini sedang dalam proses hukum.

Rafles Datuak Bagindo Ulak, ninik mamak Nagari Baruah Gunuang lewat hubungan telepon kepada wartawan, Rabu (8/5) mengaku menginginkan perusahaan teh PT SBTI dapat beroperasi kembali. 

"Sebelum persoalan ini selesai, kami terpaksa melakukan pemblokiran. Kami ingin perusahaan teh PT SBTI dapat beroperasi kembali," kata Rafles. 

Menurut Rafles, pemblokiran dilakukan oleh warga untuk menghindari fitnah dan perpecahan di tengah masyarakat terhadap keberadaan PT SBTI. Sedikitnya, ada 200-an orang yang menggantungkan hidup di perusahaan tersebut. 

"Sejak terjadi permasalahan, 200 orang yang rata-rata memiliki tanggungan ini kehilangan mata pencaharian. Itu sudah berlangsung lebih kurang enam bulan," katanya. 

Ia selaku ninik mamak berharap, kedua belah pihak (pemilik perusahaan dengan pihak lain yang bersengketa) dapat bertemu tanpa diwakili. Hal itu guna mencari titik terang persoalan terhadap lahan perkebunan sehingga dapat kembali beroperasi.

Rafles menyampaikan keinginan warga bahwa blokade jalan yang dibuat warga dengan menggunakan tumpukan batu dan pohon bambu tidak bisa dibuka sampai persoalannya bisa diselesaikan dan perusahaan teh dapat beroperasi kembali. Perusahaan Teh PT SBTI, menurut Rafles, memiliki lahan seluas 700 hektar inti dan perkebunan plasma seluas 400 hektar. 

Sementara, dihubungi terpisah, Irdamsyah Nazar mewakili perusahaan PT SBTI menyatakan siap memenuhi keinginan warga. Irdamsyah juga menyatakan siap beroperasi kembali jika persoalan yang saat ini tengah melanda perusahaannya bisa diselesaikan. 

"Kita siap memenuhi keinginan warga dan siap pula beroperasi kembali sesuai permintaan warga," ujarnya. 

Ia menegaskan, aksi pemblokiran itu adalah spontanitas warga Baruah Gunuang. Ia sama sekali tidak mengetahui rencana aksi pemblokiran tersebut sebelumnya. Namun, ia mengaku kegiatan operasional perusahaannya memang terpaksa terhenti sejak sekitar enam bulan lalu akibat persoalan kepemilikan lahan. 

"Perusahaan saya memiliki lahan sesuai Hak Guna Usaha (HGU) seluas 700 hektar perkebunan inti. Di samping itu, ada perkebunan plasma seluas 400 hektar dan perusahaan telah beroperasi sejak tahun 2011," katanya. (feb)

Berita Terkait