Terbetik
- Besok, IKA Unand Gelar Rakernas di JakartaJumat, 24 Mei 2013 08:34 wib
- PAD Sawahlunto 2012 Tak Capai 100 PersenJumat, 24 Mei 2013 07:23 wib
- PT WWS Butuh Dana Rp10 Miliar untuk Pengembangan Jumat, 24 Mei 2013 07:06 wib
- Promosikan Menu Non Beras, Agam Lomba Cipta Menu Beragam ...Jumat, 24 Mei 2013 06:46 wib
- Atlet Berprestasi Kab.Solok Terima BonusJumat, 24 Mei 2013 06:25 wib
- Kota Solok Launching Kawasan Rumah Pangan LestariJumat, 24 Mei 2013 05:55 wib
-
Selain Nabila, Wisnu Mengaku Menghabisi Yanti
Bukittinggi – Tulang belulang manusia ditemukan sekitar 500 meter dari jalan raya dalam semak di daerah Banda Munggu, Jorong Gantiang, Nagari ... baca selengkapnya »
Komentar
Inilah Titik-titik Rawan Longsor yang Harus Diwaspadai Pemudik
Salah satu titik rawan longsor yang harus diwaspadai, yakni di kawasan Malalak, Kab.Agam. (dok.padangmedia.com)PADANG - Pemudik yang akan melintas di wilayah Sumatera Barat diminta mewaspadai titik rawan longsor karena dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan.
Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat, Suprapto mengatakan, ruas jalan rawan longsor di wilayah Sumatera Barat terdapat 16 titik. Semuanya terdapat di ruas jalan nasional, provinsi, kabupaten dan kota.
"Titik rawan longsor di wilayah Sumatera Barat masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya dan masih berada di lokasi yang sama," kata Suprapto kepada padangmedia.com, Rabu (8/8).
Titik rawan longsor yang perlu diwaspadai antara lain, ruas jalan nasional menghubungkan Kota Padang dengan Jambi. Di jalur linta itu, terdapat tiga titik rawan longsor, yaitu antara Lubuk Paraku, Kota Padang dengan Lubuk Selasih, kabupaten Solok, antara Sungai Lasik, Kabupaten Solok dengan Muara Kalaban, Kabupaten Sijunjung dan di kawasan Tanjung Gadang.
Kemudian, jalan lintas yang menghubungkan Kota Padang dengan Provinsi Bengkulu, terdapat dua titik rawan longsor. Yaitu, antara Padang dengan Painan, Kabupaten Pesisir Sealatan dan antara Painan dengan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan.
Selanjutnya, jalan lintas yang menghubungkan Kota Padang dengan Provinsi Sumatera Utara, terdapat tiga titik rawan longsor, yaitu kawasan Lembah Anai, Kabupaten Padang Pariaman sampai Padang Panjang. Kemudian dari Bukittinggi hingga ke Sipisang, Palupuh, Kabupaten Agam dan antara Rao, Kabupaten Pasaman dengan Muara Sipongi, Sumut.
Lebih lanjut dikatakan, titik rawan longsor terdapat di ruas jalan yang menghubungkan Kota Padang dengan Riau terutama antara Kota Payakumbuh denngan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota. Di samping itu, antara Tapan dengan Bengkulu tepatnya di kawasan Kerinci.
Kemudian meghubungkan Solok dengan Kerinci Jambi terdapat dua ruas jalan rawan longsor yaitu antara Danau Kembar, Kabupaten Solok dengan Muara Labuk Solok Selatan dan dikawasan letter W menuju perbatasan Kerinci (Jambi)
Di samping itu, ruas jalan provinsi yaitu jalur Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman- Malalak (Agam)merupakan jalan alternatif menghubungkan Padang-Bukittinggai. Antara Lubuk Basung dengan Maninjau Kabuapaten Agam dan antara Matur dengan Palembayan, Kabupaten Agam serta antara Talu, Kabupaten Pasaman Barat deng Panti, Kabupaten Pasaman. (musfah)





