Terbetik

Komentar

Di Batam, Gonggong Menjadi Cenderamata

padangmedia.com , Kamis, 31 Mei 2012 00:00 wib

Rombongan wartawan ketika mengunjungi salah satu UKM yang memproduksi kerajinan tangan berupa cinderamata yang terbuat dari Gonggong di Kota Batam.(foto: isril@padangmedia.com)

BATAM - Bagi masyarakat Sumatera Barat, mendengar kalimat Gonggong diidentikan dengan salak-an hewan anjing. Namun bagi masyarakat Batam Kepulauan Riau, Gonggong berarti siput, sejenis hewan laut dan salah satu hewan yang menjadi makanan yang lezat. Namun siapa sangka kerang laut ini juga dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan yang cukup diminati tidak saja bagi masyarakat Batam tapi juga bagi orang asing yang menjadi komunitas penduduk maupun sebagai turis. Dulunya kerang laut baik yang dihasilkan nelayan dan dioalah menjadi makanan sea food hanya di buang dan menjadi sampah yang tidak berguna. Tapi kemajuan zaman, barang yang awalnya tidak berguna tersebut bisa menjadi cindera mata yang cantik dan menarik. Aneka kerajinan tangan dari kerang atau gonggong tersebut mendapat respon dari turis yang datang ke daerah ini/ Mereka para pengrajinpun mendapat perhatian serius dari pemerintah Kota Batam dalam bentuk pembinaan dan pelatihan, peralatan yang dibutuhkan dan tambahan modal. Pemasaran produk yang mereka hasilkan tersebut melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar Koperasi dan UKM. Lince salah seorang ibu rumah tangga yang mendapatkan perhatian dari Pemko Batam adalah salah satu diantara pengrajin gonggong di Kota Batam, dengan produkdi mainan kunci, asbak dan aneka kerajinan gonggong; Diakui Lince produk itu sudah tersebar diberbagai daerah baik pembeli secara pribadi maupun oleh para pemilik perusahaan perjalanan (travel) yang menjualnya kembali ke negara tetangga. Selain Lince, seorang warga lainnya Evi perantau Minang asal Payakumbuh dengan Rumah Kreativenya, juga memproduksi aneka kerajinan berupa mainan kunci, kotak tissue dan lain-lainnya. Menurutnya selain pemasaran yang dilakukan dengan memajang gonggong di outlet yang juga binaan Kabid Produksi dan Jaringan Usaha Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar dan UKM, kerajinana gonggong dari kedua UKM ini juga di pasarkan melalui agent travel yang selalu datang setiap Sabtu dan Minggu ke Kota Batam. Kedua pengrajin tersebut juga mengakui, untuk stok gonggong melimpah ruah baik yang dikumpulkan para nelayan dengan harga Rp. 50 ribu/karung maupun dari restaurant sea food yang ada di Kota ini, sementara harga untuk sebuah kerajinan dari gonggong atau kerang laut ini bervariasi. Selain ukuran harga sebuah barang kerajian, besar kecilnya juga membedakan harganya termasuk tingkat kesulitan pembuatan kerajinan gonggong itu sendiri. Keduanya juga mengakui, usaha yang mereka rintis pada awalnya dengan modal kecil, namun saat ini semakin berkembang dengan pembinaan dari Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pasar Koperasi dan UKM khususnya Kabid Produksi dan jaringan Usaha Pemko Batam, pembinaan tidak saja dalam bentuk pelatihan, peralatan, pemasaran dan modal melalui koperasi tapi juga pembinaan secara berkala ke masing-masing UKM untuk melihat kendala apa yang mereka hadapi dan mencarikan jalan keluarnya.(isril)

Berita Terkait